Perjuangan Syawaluddin, dari Gaji Honorer Rp300 Ribu hingga Resmi Jadi PPPK di BPBD Mamuju Tengah
Abd Rahman August 18, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Perjalanan Syawaluddin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak didapat dengan mudah. 

Pria kelahiran Kabuloang, 25 Agustus 1979, itu harus melewati perjalanan panjang selama bertahun-tahun sebagai tenaga honorer sebelum akhirnya resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2025.

Syawaluddin kini bekerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Tengah.

Di balik tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat, tersimpan kisah perjuangan panjang sejak pertama kali bekerja sebagai tenaga honorer pada 2005.

Baca juga: Dua Rumah Ludes Terbakar di Polman, Warga Ikut Bantu Korban Bersihkan Puing-puing Rumah

Baca juga: Kadis Pendidikan Mamuju Tengah Dorong Penguatan Pembelajaran Digital Demi Pemerataan Mutu Pendidikan

Ia memulai pengabdiannya di Kantor Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Selama delapan tahun, ia menjalani pekerjaan sebagai honorer dengan penghasilan hanya Rp300 ribu per bulan.

Pada akhir 2013, ketika Kabupaten Mamuju Tengah terbentuk, Syawaluddin memilih pindah dan melanjutkan pengabdiannya di BPBD Mamuju Tengah. Saat itu, penghasilannya meningkat menjadi Rp1,25 juta per bulan.

Namun, nominal tersebut tetap belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi Syawaluddin harus menghidupi empat orang anak.

Tak ingin menyerah dengan keadaan, ia mencari penghasilan tambahan. Syawaluddin sempat bekerja sebagai sopir hingga membuka usaha katering dan prasmanan.

"Karena saat itu gaji honorer tidak mencukupi," kata Syawaluddin saat ditemui di kantor BPBD Mamuju Tengah, Jalan Poros Tobadak, Kecamatan Tobadak, Selasa (18/8/2026).

Pernah Jadi Honorer Teladan

Perjuangan Syawaluddin selama menjadi honorer ternyata mendapat apresiasi. Ia pernah meraih penghargaan sebagai Honorer Teladan dan menempati peringkat pertama tingkat Kabupaten Mamuju Tengah.

Penghargaan tersebut diperolehnya setelah melalui proses seleksi yang diikuti ribuan tenaga honorer di Mamuju Tengah.

Bagi Syawaluddin, penghargaan itu menjadi salah satu bukti bahwa kerja keras dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan tetap memiliki nilai, meski dirinya masih berstatus honorer.

Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan sebagai honorer, kesempatan yang dinantikan akhirnya datang.

Pada 2025, Syawaluddin resmi diangkat menjadi PPPK. Status tersebut membuatnya kini memiliki penghasilan sekitar Rp3.209.000 per bulan.

Menurutnya, pendapatan tersebut sudah jauh lebih baik dan cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Berpesan kepada PPPK Paruh Waktu
Di momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Syawaluddin juga menyampaikan pesan kepada para PPPK paruh waktu yang masih berjuang meniti karier.

Ia meminta mereka tetap menjalankan pekerjaan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

"Tetap semangat, bekerja ikhlas, cepat, tepat, penuh rasa tanggung jawab. Insyaallah, rezeki tak akan ke mana," ujarnya.

Syawaluddin merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Mursalim dan Mukminah. Saat ini ia tinggal di Dusun Tallungallo, Desa Tobadak.

Di luar pekerjaannya sebagai ASN, Syawaluddin memiliki hobi touring dan menyelam.

Perjalanan hidupnya menjadi gambaran bahwa status dan keberhasilan tidak selalu datang dengan cepat. Selama bertahun-tahun, ia bertahan dengan penghasilan terbatas, menjalani pekerjaan tambahan, hingga akhirnya mendapatkan status ASN yang selama ini diperjuangkan.

Kini, Syawaluddin melanjutkan pengabdiannya di BPBD Mamuju Tengah dengan membawa pengalaman panjang sebagai seorang honorer yang pernah merasakan penghasilan hanya ratusan ribu rupiah per bulan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.