Bawa Petasan dan Molotov, 21 Orang Diamankan Jelang Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Ferdinand Waskita Suryacahya August 18, 2026 01:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya menangkap 21 orang menjelang demo mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

21 orang tersebut kini telah dibawa ke kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

"Tim Preventive Strike dan Preemptive Education Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang yang saat ini dalam dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Budi mengungkapkan, 21 orang itu diamankan karena kedapatan membawa benda berbahaya seperti petasan hingga bom molotov.

"Adapun barang-barang tersebut berupa petasan ataupun flare, botol yang dipersiapkan sebagai pemicu ataupun pemantik sebagai bom molotov," ungkap dia.

Polisi pun masih mendalami tujuan mereka membawa barang-barang tersebut hingga apakah 21 orang itu terafialiasi dengan massa pendemo atau tidak.

"Orang-orang yang membawa ataupun mengganggu dalam pelaksanaan aktivitas penyampaian aspirasi di muka umum biasanya tidak terafiliasi ataupun bukan merupakan bagian dari mahasiswa yang menyampaikan pendapat. Tujuannya adalah membuat konflik antara petugas pengamanan dengan peserta yang menyampaikan pendapat di muka umum. Nah, ini masih didalami," ujar Budi.

Di sisi lain, sebanyak 9.242 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi demo mahasiswa pada hari ini.

Budi menjelaskan, ribuan personel itu terdiri dari 5.670 anggota Polda Metro Jaya, 222 personel polres jajaran, 1.500 dari unsur TNI, dan 1.850 personel BKO dari Mabes Polri.

"Dan perlu kami sampaikan dan tegaskan, kehadiran petugas TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI memberikan rasa aman agar apa yang disampaikan tersampaikan dengan baik," ujar Budi.

Aksi BEM UI

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan itu digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI).

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan, aksi demo tersebut digelar untuk mempertanyakan kondisi Indonesia setelah 81 tahun merdeka.

"Sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?" kata Yatalathof, Senin (17/8/2026).

Yatalathof menyoroti isu ekonomi terkait perjanjian dagang yang dinilai lebih berpihak pada kepentingan asing.

"Sementara di dalam negeri sendiri suara rakyat dibungkam dan pemuda-pemudi ditangkap sewenang-wenang," ujar dia.

Menurut Yatalathof, berbagai masalah yang terjadi tidak dapat hanya dilihat sebagai persoalan ekonomi.

Ia menyebut kondisi yang terjadi saat ini menyangkut kedaulatan negara dan rakyat.

"Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kedaulatan," ucap Yatalathof.

Ia juga mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap belum sepenuhnya berpihak untuk kepentingan rakyat.

"Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya," kata dia.

Berikut adalah delapan tuntutan yang akan dibawa BEM UI saat aksi #MerebutKemerdekaan pada Selasa besok:

1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.

2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

3. Wujudkan reforma agraria sejati.

4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.

6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.

7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.

Berita Lainnya

  • Baca juga: BEM UI Demo Hari Ini di Bundaran HI Jakarta Pusat, Simak Jalur Alternatif Hindari Kemacetan

  • Baca juga: Demo di Jakarta Hari Ini, BEM UI Serukan 8 Tuntutan di Bundaran HI: Hentikan MBG dan KDMP

  • Baca juga: Kenapa Sekolah di Jakarta Boleh PJJ Hari Ini? Bukan karena Demo, Ini Alasannya

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.