Tanpa Campuran, Gula Aren Gayo Lues Jadi Primadona Buah Tangan
Budi Fatria August 18, 2026 02:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com, Rasidan | Blangkejeren

TRIBUNGAYO.COM, BLANGKEJEREN – Aroma manis yang khas, terlihat menggoda dari balik bungkusnya, membuat gula aren asli selalu diandalkan sebagai buah tangan favorit.

Bagi siapa saja yang berkunjung atau hendak bepergian dari Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, produk lokal ini seolah menjadi suvenir wajib untuk keluarga dan kerabat tercinta.

Namun, di balik kelezatan rasanya, tersimpan proses pembuatan yang tuntutan kesabarannya tinggi.

Para perajin gula aren di Gayo Lues harus mengawasi masakan air nira di dalam kuali dengan nyala api yang stabil.

Kehati-hatian ini mutlak diperlukan agar gula tidak gosong atau meluap keluar kuali selama proses pemasakan.

Tanpa Bahan Pengawet

Demi menjaga kualitas, perajin memastikan bahwa gula aren buatannya murni seratus persen dari sadapan air nira tandan pohon aren, tanpa tambahan bahan kimia atau campuran apa pun.

“Kami memilih untuk tidak mencampur dengan bahan lain agar kualitasnya tetap terjaga,” ungkap Abuadin, salah seorang perajin gula aren asli di Kutapanjang kepada TribunGayo.com, Selasa (18/8/2026).

Ciri khas lain yang menjaga keaslian produk ini terletak pada kemasannya.

Baca juga: Galeri Kopi Indonesia Hadirkan Minuman Campuran Unik Kopi Gayo dengan Gula Aren Khas dari Tanah Alas

Gula aren tradisional Gayo Lues dikemas secara ramah lingkungan menggunakan daun pisang kering atau kelopak pinang kering yang memberikan kesan autentik.

Harga Terjangkau, Awet dan Tahan Lama

Selain rasanya yang legit dan aromanya yang semakin kuat seiring waktu penyimpanannya, gula aren asli Gayo Lues juga ramah di kantong serta awet disimpan dalam jangka panjang.

Mengenai harga, gula aren asli dari Gayo Lues ini dibanderol mulai dari Rp60.000 per bungkus (isi 10 lempeng) jika diambil langsung dari dapur perajin.

Gulan Aren Gayo Lues -96
GULA AREN GAYO LUES - Gulan aren hasil perajin di Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Selasa (3/3/2026).

Sementara itu, di tingkat pedagang pengecer di pasar tradisional, harganya berkisar antara Rp75.000 hingga Rp80.000 per bungkus.

Fitri, pedagang pengencer di Gayo Lues, mengungkapkan selama ini minat masyarakat terhadap permintaan gula aren asli tergolong tinggi untuk dijadikan oleh-oleh atau buah tangan.

“Gula aren asli ini sebagai komoditas yang selalu dicari, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa khas dataran tinggi Gayo,” kata Fitri. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.