Denpasar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali saat ini sedang berbelanja logistik dengan anggaran awal Rp150 juta untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kami sedang keliling toko untuk belanja di Ende, masih proses, target belanja senilai Rp150 juta tapi belum selesai belanjanya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya saat dikonfirmasi lewat pesan di Denpasar, Selasa.
Diketahui sejak Senin (17/8) kemarin Gubernur Bali Wayan Koster sudah menugaskan Kalaksa BPBD Bali dan lima orang personel menuju daerah terdampak gempa bumi di NTT.
Tim hanya membawa bantuan awal untuk selanjutnya melakukan asesmen terkait kebutuhan riil yang dibutuhkan masyarakat setempat.
Pada hari kedua ini, personel BPBD Bali mendata kebutuhan yang diperlukan, sehingga kini mereka sedang mengumpulkan kebutuhan di posko berupa makanan siap saji, minyak goreng, air mineral, popok, alat kebersihan, beras, matras, terpal, dan selimut untuk segera didistribusikan.
"Tim BPBD Bali sendiri sudah sampai kemarin, masuk melalui Maumere, sekarang posisi di Ende, misi di Ende beli logistik lanjut distribusi,” ujar Teja Bhusana.
Ia menyampaikan Pemprov Bali sendiri tidak hanya mengirim personel BPBD namun juga menurunkan tenaga kesehatan untuk bantuan pelayanan kesehatan.
Personel medis tahap pertama dilaporkan sudah mulai bertugas melakukan penanganan medis di wilayah Kabupaten Sikka.
Selanjutnya, tim medis tambahan Emergency Medical Team (EMT) dijadwalkan menyusul untuk memperkuat pelayanan kesehatan dengan sasaran wilayah Kabupaten Nagekeo.
Sejauh ini situasi di lapangan menurutnya cukup terkendali, berbagai pihak berdatangan membantu meski sesekali gempa bumi susulan berskala kecil terjadi.
“Saat ini tim sebagian masih penyisiran kemungkinan masih ada korban, kemudian memberikan layanan kebutuhan seperti tempat pengungsian dan kebutuhan dasar, kendala di lapangan sebaran kejadian yang luas di tujuh kabupaten di Pulau Flores, dan jauh-jauh lokasinya,” tutur Teja Bhusana.
Meski ada kemungkinan terdapat masyarakat Bali yang sedang berada di NTT dan terdampak gempa bumi, Teja Bhusana memastikan seluruh proses penanganan dan bantuan dari Bali tidak memandang siapa penerimanya.
Ia menegaskan, BPBD Bali tidak membeda-bedakan latar belakang para korban, penanganan diberikan secara merata kepada seluruh warga yang terdampak tanpa melihat daerah asal.
Keterlibatan Provinsi Bali dalam penanganan pascagempa bumi Magnitudo 7,7 di NTT juga dikaitkan dengan rasa persaudaraan Bali Nusra yang memiliki ikatan sejarah panjang.
"Kami tidak membedakan pendataan orang Bali, orang NTT, atau orang Jawa, selagi mereka terdampak, seluruhnya diupayakan mendapat penanganan secara maksimal," ujarnya.





