Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Sofyan Arif Candra Sakti
SURYAMALANG.COM, MADIUN - Perjalanan empat kereta api mengalami kelambatan hingga total 155 menit akibat sebuah truk tronton bermuatan galon air mogok di perlintasan sebidang JPL 136 KM 164+887, Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (18/8/2026).
Truk bernomor polisi W 8640 PK tersebut mengalami mati mesin tepat di tengah rel.
Salah satu kereta yang terdampak paling lama adalah PLB 7002A KA Gajayana Tambahan relasi Gambir-Malang yang tertahan hingga 68 menit.
Truk tronton tersebut melaju dari arah utara (Surabaya) menuju Kota Madiun.
Kendaraan mogok tepat di tengah perlintasan kereta api persisnya Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sukosari, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun sekitar pukul 09.50 WIB.
Baca juga: PPPK Senang Tak Ada PHK, DPRD Sebut Fiskal Pemkab Malang Kuat Ditopang PAD Rp1,5 Triliun
Akibat posisi truk yang melintang, jalur hulu dan hilir kereta api antara Stasiun Madiun dan Stasiun Babadan tertutup total.
Insiden tersebut tak hanya memicu kemacetan arus lalu lintas kendaraan di sekitar perlintasan hingga mengular sekitar satu kilometer, tetapi juga berdampak signifikan terhadap perjalanan kereta api.
Gangguan pada perlintasan sebidang ini mengakibatkan sedikitnya empat perjalanan kereta api mengalami kelambatan dengan akumulasi total waktu mencapai 155 menit.
Dampak keterlambatan paling lama dialami oleh PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir-Malang yang tertahan hingga 68 menit.
Selain itu, PLB 9A Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng-Bandung terlambat 48 menit, KA 5 Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng-Gambir terlambat 14 menit, serta PLB 572B Bias relasi Solo Balapan-Madiun terlambat 25 menit.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, sangat menyayangkan kejadian kendaraan mogok di perlintasan sebidang tersebut.
Baca juga: Korban Meninggal Gempa NTT Capai 68 Jiwa, Jatim Terjunkan Tim Dokter hingga 100 Ton Logistik
Menurutnya, gangguan kendaraan di lokasi perlintasan tidak hanya menghambat perjalanan kereta api, tetapi juga sangat berpotensi membahayakan keselamatan.
"Begitu menerima informasi adanya truk mogok di JPL 136, petugas yang berdinas langsung melakukan koordinasi dengan PPKA dan unit terkait" ujar Tohari.
"Sebagai langkah antisipasi, kereta api yang akan melintas di lokasi dipastikan berhenti atau ditahan di stasiun kanan dan kiri JPL 136, sampai kondisi jalur benar-benar dinyatakan aman," lanjutnya.
Tohari menegaskan, penahanan perjalanan kereta api tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan utama untuk mencegah risiko kecelakaan yang lebih besar mengingat posisi truk menghalangi kedua jalur.
Begitu menerima laporan, Tim Jalan dan Jembatan (JJ) serta petugas Pengamanan (PAM) KAI tiba di lokasi pada pukul 09.52 WIB dan langsung mengupayakan proses evakuasi.
Namun, proses penarikan truk tidak berjalan mulus karena petugas menghadapi kendala teknis pada kendaraan, yakni tuas transmisi truk dalam kondisi macet atau terkunci.
Setelah dilakukan penanganan teknis untuk membebaskan tuas transmisi, truk akhirnya berhasil dievakuasi dari tengah rel pada pukul 11.02 WIB.
Baca juga: Anak John Herdman Resmi Gabung Bali United, Jay Herdman Bintang Piala Dunia U-20
Jalur hulu maupun hilir kemudian dinyatakan aman dan dapat kembali dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
"KAI memprioritaskan keselamatan dalam setiap perjalanan kereta api. Karena itu, ketika terdapat kondisi yang berpotensi mengganggu jalur, petugas akan mengambil langkah pengamanan dengan menahan perjalanan kereta api terlebih dahulu sampai jalur benar-benar aman untuk dilalui," pungkas Tohari.