Guru SDN 5 Karangpawitan Keluhkan Kerusakan Perpustakaan yang Terbengkalai Sejak 2015
Dedy Herdiana August 18, 2026 03:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Guru di SDN 5 Karangpawitan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi fasilitas penunjang yang kian memprihatinkan. 

Kondisi bangunan perpustakaan dan gudang sekolah mengalami kerusakan dan disebut belum pernah direhabilitasi sejak 2015.

Pantauan Tribun Jabar di lokasi, Selasa (18/8/2026) pagi, kerusakan terlihat pada bagian lantai dan atap. Keramik lantai perpustakaan pecah dan retak di hampir seluruh bagian.

Sementara itu, kayu penyangga genteng pada bagian atap terlihat keropos. Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan jika kerusakan semakin parah hingga menyebabkan bagian bangunan ambruk.

Baca juga: HUT ke-81 RI, Bupati Pangandaran Soroti Kesejahteraan Warga dan Keterbatasan Fiskal Daerah

Di dalam perpustakaan, rak-rak buku masih terisi. Namun, sebagian rak tampak miring dan kondisi ruangan tidak lagi nyaman untuk digunakan sebagai tempat membaca maupun menunjang kegiatan belajar siswa.

Seorang Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN 5 Karangpawitan, Anggi, menyebut kerusakan yang paling membutuhkan perhatian terdapat pada bangunan perpustakaan dan gudang.

"Untuk kondisinya ada beberapa bangunan yang kurang layak, seperti di bangunan perpustakaan itu keramiknya, terus kemudian atapnya itu harus direhab," ujar Anggi kepada Tribun Jabar di halaman sekolahnya, Selasa pagi.

Kemudian ada lagi di atap bangunan gudang juga harus segera diperbaiki agar bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Menurutnya, dari total delapan ruang kelas yang dimiliki sekolah, seluruh ruang kelas masih dalam kondisi aman dan layak digunakan untuk KBM.

"Kalau kelas mah aman semuanya. Cuma perpus sama gudang yang sudah rusak," katanya.

Anggi menyebut kerusakan pada atap perpustakaan dan gudang sekolah sudah berlangsung bertahun-tahun. 

Bahkan, sejak dirinya mulai bertugas di SDN 5 Karangpawitan pada 2015, kedua bangunan itu belum pernah mendapat rehabilitasi.

"Saya dari 2015 datang ke sininya, jadi dari 2015 belum pernah ada rehab," ucap Anggi.

Anggi mengklaim, sebelumnya pihak sekolah sudah berulang kali mengusulkan rehabilitasi melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun, usulan tersebut hingga kini belum terealisasi.

"Mengajukan sudah dari Dapodik cuma mungkin belum direalisasi atau gimana. Setiap tahun ajaran sudah diajukan tapi belum ada," ujarnya. (*)

 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.