Ekonomi Aceh Mulai Menguat, Mualem: Momentum Pemulihan Harus Dijaga
IKL August 18, 2026 03:39 PM

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menyambut positif perkembangan perekonomian daerah yang menunjukkan penguatan pada pertengahan 2026. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, ekonomi Aceh pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,86 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara triwulanan, ekonomi Aceh tumbuh 3,77 persen di bandingkan Triwulan I 2026. Sementara secara kumulatif, ekonomi Aceh pada Semester I 2026 tumbuh 4,48 persen. 

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh. 

“Alhamdulillah, perkembangan ekonomi Aceh menunjukkan arah yang menggembirakan. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak lebih baik. Momentum ini harus kita jaga dan terus kita perkuat,” ujar Mualem. 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka makro, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. 

Karena itu, Pemerintah Aceh akan terus mendorong penguatan sektor produktif serta membuka ruang lebih luas bagi dunia usaha dan masyarakat. 

Penguatan ekonomi juga tercermin dari kinerja perdagangan. Data BPS mencatat nilai ekspor Aceh pada Juni 2026 mencapai 85,31 juta dolar AS, meningkat 61,31 persen dibandingkan Mei 2026. Peningkatan tersebut antara lain ditopang komoditas batu bara, CPO, dan kopi. Pada periode yang sama, nilai impor Aceh turun 75,15 persen secara bulanan. 

Kondisi tersebut membuat Aceh mencatat surplus neraca perdagangan sekitar 59 juta dolar AS. 

“Kita menyambut baik peningkatan ekspor dan surplus perdagangan ini. Kedepan, kita perlu terus memperkuat daya saing produk Aceh, memperluas pasar, serta meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi dan industri pengolahan,” kata Mualem. 

Aktivitas mobilitas masyarakat juga menunjukkan perkembangan positif. BPS mencatat jumlah penumpang domestik melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada Juni 2026 mencapai 22.502 orang, meningkat 31,03 persen dibandingkan Mei. 

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 116.406 orang, naik 32,58 persen secara bulanan dan 16,82 persen secara tahunan. 

Menurut Mualem, meningkatnya mobilitas masyarakat menjadi salah satu indikator bergeraknya kembali aktivitas ekonomi domestik, terutama perdagangan, jasa, transportasi, perhotelan, dan pariwisata.

“Mobilitas masyarakat yang meningkat tentu memberikan efek berantai terhadap sektor ekonomi lainnya. Karena itu, konektivitas antar daerah dan kelancaran arus barang maupun orang akan terus menjadi perhatian Pemerintah Aceh,” ujarnya. 

Di sektor pariwisata, BPS mencatat 2.553 kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh pada Juni 2026. Tingkat penghunian kamar hotel berbintang juga meningkat menjadi 29,38 persen, atau naik 2,35 poin persentase di bandingkan bulan sebelum nya. 

Mualem mengatakan Pemerintah Aceh akan terus memperkuat sektor-sektor produktif, terutama pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, industri pengolahan, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, serta perdagangan. 

“Pertumbuhan ekonomi harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Kita ingin lapangan kerja bertambah, daya beli masyarakat menguat, dunia usaha berkembang, dan semakin banyak masyarakat merasakan manfaat pembangunan,” kata Mualem. 

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut. 

“Kita melihat tanda-tanda yang baik. Ini harus kita syukuri sekaligus kita jaga. Dengan kerja bersama, kita optimis tis ekonomi Aceh akan terus tumbuh semakin kokoh, inklusif, dan memberikan ke sejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Mualem.(yos)

Baca juga: Pemerintah Aceh dan DPRA Akan Konsultasi dengan Mendagri Terkait Bendera Bulan Bintang

Baca juga: Tim Sidak Pemerintah Aceh Ciduk Mobil Bertangki 1.000 Liter saat Antre BBM Subsidi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.