Lebih dari 3.000 Turis Tetap Berwisata di Labuan Bajo Pascagempa, 308 Kapal Wisata Berlayar
Ida Ayu Suryantini Putri August 18, 2026 03:40 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mulai bangkit dan beroperasi secara kondusif pascadampak gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026.

Kementerian Pariwisata RI bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) berkolaborasi dengan lintas instansi termasuk KSOP, otoritas bandara, pemda, dan BNPB untuk memantau kondisi destinasi sekaligus memastikan keselamatan wisatawan di seluruh wilayah Floratama.

Denyut pariwisata di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya menunjukkan tren pemulihan yang positif.

Baca juga: Gubernur Bali Koster Bertolak ke NTT, BPBD Buka Rekening Donasi Gempa Hingga 28 Agustus

Pelabuhan Marina Labuan Bajo beroperasi lancar, di mana KSOP Kelas III Labuan Bajo mencatat 308 kapal wisata telah berlayar memboyong 3.651 wisatawan (2.840 wisman dan 811 wisnus).

Akses penyeberangan menuju Taman Nasional Komodo juga telah kembali dibuka.

Ribuan wisatawan terpantau mendatangi sejumlah titik populer seperti Padar Selatan (1.381 kunjungan), Loh Liang (328), Loh Buaya (277), dan Gili Lawa (54), sebelum akhirnya kembali ke Waterfront Marina dengan aman.

Baca juga: Pemkot Denpasar Bali Akan Galang Donasi Untuk Ringankan Beban Korban Bencana Gempa NTT

Sementara itu, Bandara Komodo tetap melayani penerbangan, meski beberapa rute menuju kawasan terdampak seperti Ende masih mengalami pembatalan.

Di sektor akomodasi Manggarai Barat, sejumlah hotel mengalami kerusakan bervariasi; bangunan yang terdampak secara struktur telah ditutup sementara dan tamunya dipindahkan ke fasilitas yang aman. Dua restoran mengalami rusak ringan, sedangkan pusat kuliner di Gorontalo, Puncak Waringin, dan Waecicu tetap buka secara normal.

Di sisi objek wisata, Goa Batu Cermin telah dibuka kembali dan menyambut 132 pengunjung. Sebaliknya, Goa Rangko, Kawah Danau Kelimutu (Ende), serta sejumlah destinasi di Manggarai (Wae Rebo, Nuca Molas, Kampung Todo, Ruteng Pu'u, dan Liang Bua) ditutup sementara sebagai langkah antisipasi.

Kerusakan fasilitas lain juga tercatat di Pantai Watulajar (Ngada), Taman Wisata Rohani Maria Ratu Semesta Alam Wolowio, hingga ambruknya ruang tunggu Pelabuhan Laurens Say Maumere (Sikka). Adapun pendataan di Nagekeo dan beberapa area lain masih terkendala akses komunikasi.

Menanggapi pemulihan cepat di jalur pelayaran utama, Plt Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengapresiasi respons sigap lintas sektor.

"Pulihnya aktivitas pelayaran dan kunjungan ke Taman Nasional Komodo dalam waktu singkat tidak terjadi dengan sendirinya. Ini hasil koordinasi cepat antara KSOP Labuan Bajo, pengelola kawasan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Kami mengapresiasi kesigapan seluruh pihak," ungkap Andhy pada, Selasa 18 Agustus 2026. 

Pemerintah Provinsi NTT telah memberlakukan Status Tanggap Darurat Bencana hingga 28 Agustus 2026. Data BNPB mencatat 53 korban jiwa yang tersebar di beberapa kabupaten, disertai kerusakan permukiman dan fasilitas umum.

Pemerintah Pusat bergerak cepat menyalurkan 50.000 paket bantuan sembako serta mengerahkan logistik darurat via darat, laut, dan udara. BPOLBF menegaskan penutupan beberapa objek wisata dilakukan murni demi mitigasi risiko keselamatan para pengunjung.

"Pertama-tama, kami berduka atas jatuhnya korban. Hal mendasar yang menjadi catatan untuk sektor pariwisata sendiri adalah: tidak ada destinasi yang dibuka sebelum dinyatakan aman. Penutupan sementara adalah langkah mitigasi, bukan penghentian aktivitas pariwisata," tegas Andhy.

Proses pemetaan dampak kerusakan fasilitas pariwisata terus dilanjutkan seiring dengan pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.

"Masa tanggap darurat masih berjalan hingga 28 Agustus, dan pendataan di beberapa wilayah masih terkendala jaringan komunikasi. Kami tidak akan berhenti pada laporan hari ini. BPOLBF akan terus memperbarui informasi sampai kondisi seluruh wilayah Floratama benar-benar terpetakan," jelasnya.

Wisatawan dan pelaku usaha diimbau untuk terus memantau kabar resmi dari instansi berwenang. Bagi yang memerlukan informasi terkini seputar kondisi destinasi dan akses pariwisata di wilayah Floratama, BPOLBF menyediakan layanan hotline WhatsApp di nomor 0811-3879-4555. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.