Alasan Polisi Sempat Larang Massa Aksi Gunakan Mokom, Fathimah: Tidak Masuk Akal!
Noval Andriansyah August 18, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengecam tindakan pihak kepolisian yang sempat melarang penggunaan mobil komando serta menyuruh pengemudi putar balik saat aksi demonstrasi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026).

Aparat kepolisian berdalih bahwa pengeras suara dari armada mobil komando tersebut berpotensi mengganggu aktivitas para pekerja di gedung-gedung perkantoran sekitar Jalan Sudirman.

Fathimah menilai alasan larangan yang disampaikan petugas kepolisian sangat tidak masuk akal mengingat mobil komando disewa menggunakan uang donasi rakyat sebagai sarana sah penyampaian pendapat.

Insiden larangan mobil komando tersebut sempat memicu perdebatan sengit hingga aksi saling dorong secara fisik antara Fathimah dan oknum kepolisian di hadapan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung.

Ketegangan bermula saat oknum petugas membentak sopir armada aksi hingga syok dan memerintahkannya menjauh dari lokasi pengawalan massa.

Sikap represif aparat tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan janji kepolisian yang berkomitmen mengayomi serta mengawal jalannya unjuk rasa mahasiswa secara kondusif.

Adapun aksi unjuk rasa BEM UI di kawasan Sudirman hingga Bundaran HI tersebut digelar guna menyuarakan delapan tuntutan rakyat terkait isu ekonomi, reforma agraria, hingga pemberantasan korupsi.

Baca selengkapnya Debat Fathimah BEM UI Vs Kapolres Jakpus: Sopir Mobil Komando Dibentak Suruh Putar Balik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.