TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim SAR Nasional melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi korban gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (19/8/2026).
Memasuki hari kelima operasi SAR, tim akan melakukan penyisiran di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur untuk memastikan kondisi wilayah terdampak.
“Untuk meyakinkan situasi dan kondisi,” ujar Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman, Selasa (18/8/2026).
Selain pencarian dan evakuasi darat, Tim SAR juga menyiapkan evakuasi melalui jalur udara serta mengirim bantuan medis ke wilayah Lamba Leda, Manggarai.
Fathur mengatakan evakuasi udara akan diprioritaskan untuk pasien yang mengalami luka berat dan dibawa ke Rumah Sakit Komodo.
“Dan juga akan mengevakuasi terutama pasien yang mengalami luka berat menuju ke Rumah Sakit Komodo,” katanya.
Baca juga: Kisah Warga Nagekeo Cari Beras Usai Gempa, Pulang dari Pasar Terjebak Longsor
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026).
Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.40 WITA, tercatat 608 orang menjadi korban gempa. Jumlah tersebut terdiri atas 70 orang meninggal dunia, 230 orang luka berat, dan 308 orang luka ringan.
Data korban tersebut masih bersifat sementara.
“Adapun korban meninggal dunia sebanyak 70 orang,” ujar Fathur.
Korban tersebut tersebar di enam wilayah, yakni Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (18/8/2026), sebanyak 40.040 warga mengungsi akibat gempa tersebut.
Sebanyak 11.925 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan. Kerusakan rumah paling banyak tercatat di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.
Penanganan di wilayah terdampak masih mencakup pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta pemulihan akses yang terdampak gempa dan longsor.