SURYA.CO.ID - Ini lah sosok M Fahri Maulana, pendaki yang tewas usai terjatuh ke kawah Gunung Slamet,Jawa Tengah.
Jasad M Fahri Maulana ditemukan di kedalaman sekitar 15 hingga 20 meter kawah Gunung Slamet.
Setelah berhasil dikeluarkan dari kawah, tim gabungan melanjutkan proses evakuasi membawa jenazah korban kembali ke bawah atau turun gunung.
Melalui proses evakuasi panjang selama berjam-jam, korban akhirnya tiba di Basecamp Permadi Guci pada Rabu (19/8/2026) dini hari pukul 02.15 WIB.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan, proses evakuasi berlangsung lancar dengan dukungan hampir 100 personel dari berbagai unsur SAR.
Baca juga: Sosok Rival Altaf Anak Indigo Bantu Cari Syafiq Ali Yang Hilang Di Gunung Slamet
"Alhamdulillah seluruh Proses evakuasi berjalan lancar, jenazah korban sudah tiba tadi di Basecamp Permadi pukul 02.15," ujar Budiono saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/8/2026).
Budiono memastikan proses evakuasi turun tidak menghadapi hambatan karena kondisi cuaca cerah dan seluruh unsur SAR gabungan bekerja sama dengan baik.
"Tidak ada hambatan tadi di jalan selama proses evakuasi turun, cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik," ujar Budiono.
Jenazah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bumijawa, Tegal, untuk menjalani pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Evakuasi jenazah Fahri melibatkan hampir 100 personel yang berasal dari berbagai unsur.
Mereka terdiri dari Basarnas, Koramil, Polsek, sejumlah basecamp pendakian di sekitar Gunung Slamet, potensi SAR dari Tegal, Pemalang, dan Pekalongan, serta warga sekitar.
Budiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses evakuasi hingga jenazah dapat dibawa turun dari kawah.
"Kami ucapkan terima kasih banyak atas segala usaha dan kerjasama yang baik antarunsur dalam SAR gabungan dalam proses evakuasi ini sehingga dalam waktu tak lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun," imbuhnya.
Fahri mendaki Gunung Slamet bersama tiga orang rekannya pada Senin (17/8/2026) malam.
Rombongan mendaki melalui jalur Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
Rombongan berhasil mencapai puncak Gunung Slamet pada Selasa (18/8/2026) pagi.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Fahri dan ketiga rekannya memutuskan turun setelah mencapai puncak.
Namun, Fahri tidak langsung mengikuti ketiga rekannya turun. Ia masih berada di sekitar bibir kawah.
Saat berada di bibir kawah, Fahri berdiri di atas tanah yang kondisinya rapuh.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menjelaskan tanah yang dipijak korban ambrol hingga membuat Fahri jatuh ke dalam kawah dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Peristiwa itu disaksikan pendaki lain yang berada di sekitar lokasi.
Mereka kemudian melaporkannya ke Pos Basecamp Bosapala Sawangan.
Laporan tersebut diteruskan kepada Unit Siaga SAR Pemalang Kantor SAR Semarang untuk meminta bantuan evakuasi.
Tim SAR gabungan selanjutnya melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap Fahri dari dalam kawah.
Informasi mengenai insiden yang menimpah Fahmi juda disebar melalui Akun Tiktok Gimbalcore yang memperdengarkan suara penjelasan kejadian tersebut.
Dalam unggahan tersebut diterangkan, pihak Basecamp Bosapala Dukuh Sawangan menerima laporan ada pendaki jatuh pada Selasa (18/8) sekira pukul 09.00 WIB.
Laporan diterima melalui kiriman voice note yang dikirim pendaki lain yang sedang muncak ke Gunung Slamet.
Dalam voice note disebutkan ada pendaki jatuh ke kawah Gunung Slamet dikarenakan pendaki terlalu mendekati bibir kawah dan melamun setelah berfoto.
Pendaki tersebut mendaki via Sawangan dan tercatat hanya tektok atau naik dan turun gunung dalam satu hari, tanpa menginap atau mendirikan tenda.
Dikonfirmasi TribunJateng.com mengenai kabar tersebut, Ketua Forum Komunikasi Relawan Penanggulangan Bencana (FKRPB) Kabupaten Tegal, Anton Priyadi, mengatakan, peristiwa diduga terjadi di kawasan antara Puncak Salam dan Puncak Tugu Surono.
Pendaki yang jatuh disebut sedang duduk di bebatuan sekitar bibir kawah Gunung Slamet ketika bagian batuan yang retak mengalami longsor.
"Saat ini tim gabungan sudah berangkat ke Gunung Slamet untuk melakukan mitigasi. Korban infonya berinisial MF usia 16 tahun," ujar Anton.
M Fahri Maulana saat ini berusia 16 tahun.
Dia berasal dari Dukuh Pakelera, Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Belum diketahui status Fahri, apakah masih pelajar atau bukan.
Sementara tiga temannya yakni M Arnanda Fiki usia 13 tahun, alamat Dukuh Tengah, Kabupaten Brebes.
Kemudian Rikian Fadlika (16), dari Limbangan dan M Ringgo Panca (16) dari Pakishaji, Kabupaten Brebes.