- Sinyal serangan darat Amerika Serikat akan dibalas Iran dengan operasi ofensif dahsyat.
Mengingat, pasukan Teheran diketahui telah menyiapkan dua lapisan strategi di medan peperangan.
Mengutip Tribunnews pada (19/8), Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara resmi menunjuk sejumlah komandan militer dan keamanan baru.
Langkah ini memberikan dorongan politik yang kuat bagi pergeseran pendekatan pertahanan Iran.
Satu di antaranya, keputusan strategisnya adalah mempromosikan Jenderal Ahmad Vahidi sebagai Panglima Tertinggi IRGC.
Jenderal Vahidi diperintahkan untuk menggabungkan pencegahan maksimal dengan kesiapan operasi ofensif yang dahsyat.
Perubahan ini menandai transformasi doktrin pertahanan Iran dari pendekatan pasif menjadi tindakan yang agresif.
Dalam menghadapi sinyal ancaman serangan darat Amerika Serikat, Teheran kini telah menyiagakan dua lapisan strategi utama.
Lapisan strategi pertama berfokus pada pencegahan agar pasukan AS tidak mendapat pijakan di daratan Iran.
Pertahanan pada lapisan pertama ini dipusatkan secara ketat di pulau-pulau strategis serta seluruh kawasan pesisir selatan.
Sementara itu, lapisan strategi kedua bertujuan menciptakan biaya kerugian yang besar di luar wilayah Iran.
Lapisan kedua ini dijalankan melalui ancaman langsung terhadap berbagai kepentingan AS dan negara sekutunya di kawasan.
Pendekatan ofensif ini dirancang agar Washington berpikir ulang sebelum nekat melancarkan invasi darat.
Walau Teheran bersiap secara masif, belum ada bukti independen yang mengonfirmasi bahwa AS telah memutuskan untuk berinvasi.
Berbagai skenario pertahanan Iran ini pun lebih tepat dipahami sebagai sinyal gertakan strategis untuk mencegah terjadinya perang darat.
Program: Tribun Video Update
Host: Yessy Arisanti Wienata
Editor Video: Tsabita Sirly Kamaliya
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso