- Masalah krisis pasokan logistik melanda kapal induk USS Abraham Lincoln sejak awal dimulainya pertempuran.
Kendala besar ini dipicu oleh gempuran masif rudal dan pesawat tak berawak milik pasukan Iran.
Mengutip Mehr News pada (19/8), hal ini menurut laporan New York Times beberapa hari lalu.
Adapun, dilaporkan bahwa serangan tersebut secara spesifik menyasar pangkalan utama Angkatan Laut Amerika Serikat yang berlokasi di Bahrain.
Aksi militer Iran ini dilancarkan sebagai bentuk balasan atas gempuran AS dan Israel terhadap Teheran.
Hantaman rudal dan drone Iran menghancurkan sebagian besar pangkalan militer AS di Bahrain hingga hangus terbakar.
Kehancuran tersebut sekaligus memusnahkan pusat logistik vital yang telah diandalkan Angkatan Laut AS selama bertahun-tahun.
Lumpuhnya pangkalan di Bahrain memaksa pihak Angkatan Laut AS untuk segera merancang Rencana B.
Langkah darurat ini sangat mendesak demi menjamin pasokan kebutuhan ribuan pelaut yang bekerja tanpa henti di atas kapal.
Ketersediaan logistik tersebut menjadi kunci agar pesawat tempur AS dapat terus menjalankan misi serangan dan blokade pelabuhan Iran.
Mengingat ancaman serangan Iran masih membayangi pelabuhan lain, Pentagon mempertimbangkan opsi pangkalan di Pulau Diego Garcia.
Namun, pangkalan Diego Garcia berjarak cukup jauh, yakni sekitar 2.200 mil dari area operasi kapal induk di Teluk Oman.
Kehilangan pusat operasional di Bahrain ini pun memicu rentetan masalah serius bagi armada tempur AS yang bertugas.
Kondisi ini membuat para senator Demokrat khawatir akan keselamatan serta nasib 5.000 pelaut di kapal USS Abraham Lincoln yang telah bertugas hampir sembilan bulan.
Program: Tribun Video Update
Host: Yessy Arisanti Wienata
Editor Video: Tsabita Sirly Kamaliya
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso