Kisah Sisilia Gendong Putranya Selamatkan Diri Saat Terjadi Gempa 
Oby Lewanmeru August 19, 2026 11:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sisilia masih tidur bersama anak lelakinya. Suaminya David, sedang berada di Kota Maumere. Masih pagi sekali, di atas bukit Kampung Kangae, belum ada aktivitas keramaian.

Sabtu (15/8/2026), hari itu adalah jadwal jalan sehat. Sesuai jadwal ada kegiatan menjelang kemerdekaan RI ke 81 tingkat Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. 

Namun belum sempat bangun dari tempat tidur, tiba-tiba saja, seng rumah terdengar bising. Bumi bergoyang. 

"Gempa..gempa.. adik bangun," tutur Sisila mengisahkan kejadian gempa yang mereka alami. 

Baca juga: Pemkab Sikka Tegaskan Bantuan Gempa Langsung Disalurkan, Tidak Ada Logistik Mengendap di Posko

Ia menarik paksa putranya yang masih tertidur pulas di atas kasur. Secepatnya ia menggendong anaknya lalu keluar menyelamatkan diri lewat pintu belakang. 

Jalur evakuasi yang dilalui mereka di belakang rumah, yaikni melewati bale-bale bambu. Beruntungnya tiang penopang bale-bale yang tinggi itu pun tidak patah dan roboh.

"Kami dua jalan pelan-pelan saat keluar," katanya. 

Di dalam rumah, bahan bangunan mulai runtuh. Pasir semen berjatuhan di atas kepala ibu dan anak tersebut. Rambut mereka yang hitam berubah menjadi abu pasir. 

Bunyi tak beraturan dalam rumah tidak dihiraukan oleh keduanya. Mereka tetap melanglah untuk menyelamatkan diri. 

Hingga di luar rumah, guncangan masih terasa besar. Sisilia bersama putranya memilih bertahan di aspal jalan yang terbuka, bebas dari pepohonan. 

Sebelum gempa usai, ia mendengar dentuman besar di dalam rumah. Dinding kamarnya roboh, batu bata jatuh di atas kasur. 

"Syukur saja waktu itu kami dua tidak tidur di sini (kamar yang dijatuhi reruntuhan batu bata)," terang Sisilia. 

Sisilia mengaku rumah itu baru selesai dibangun. Mereka baru dua tahun lebih tinggal di rumah tersebut. 

Pantauan di rumah Sisilia, bangunan dengan konstruksi batu seluruh. Di dalam rumah terdapat dua kamar tidur. Kini di dalam rumah hanya tersisa puing-puing dan debuh pasir semen. (moa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.