52 Guru PPPK Paruh Waktu Di Denpasar Bali Berpotensi Jadi PPPK Penuh Waktu Di Tahun 2027
Putu Dewi Adi Damayanthi August 19, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah pusat berencana mengangkat guru yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu paruh menjadi PPPK penuh waktu di tahun 2027.

Rencana ini disebutkan telah mendapat kesepakatan dari DPR RI.

Hal itu disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini.

Menurutnya, di seluruh Indonesia tercatat ada 231.246 guru PPPK paruh waktu.

Baca juga: Banyak Daerah Kelimpungan Bayar Gaji PPPK, Bagaimana dengan Denpasar Bali?

Terkait rencana tersebut, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar menyambut baik.

Kepala Disdikpora Denpasar, AA Gde Wiratama mengungkapkan perubahan status dari PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu akan memberikan motivasi lebih bagi guru tersebut.

Wiratama pun mengaku akan sangat berterima kasih jika benar PPPK paruh waktu tersebut jadi penuh waktu.

"Kami sangat berterima kasih kalau guru PPPK paruh waktu bisa diangkat jadi penuh waktu, tentu yang akan lebih berkinerja lagi," ungkapnya.

Wiratama menyebut, saat ini di Denpasar terdapat sebanyak 52 orang guru PPPK paruh waktu.

Mereka tersebar dari jenjang TK hingga SMP.

Rinciannya yakni guru TK 1 orang, SD 44 orang, dan SMP 7 orang.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga berencana untuk merekrut ratusan guru di tahun 2027 mendatang.

Untuk mendukung rencana itu, Pemkot menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 miliar.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara menyebut, total sebanyak 326 formasi CPNS guru yang akan diajukan di tahun 2027 mendatang.

"Kami ada menetapkan untuk cadangan CPNS sebanyak 326 guru. Itu sekitar Rp 12 miliar. Kita juga masukkan (di rencana anggaran)," katanya.

Pengadaan CPNS tersebut dinilai olehnya mendesak untuk memenuhi kebutuhan guru di Denpasar.

Apalagi saat ini banyak guru yang berstatus sebagai PNS telah memasuki masa pensiun.

"Kami ada banyak guru-guru yang pensiun, untuk itulah kami dari Pemerintah Kota ikut mencari PNS dari guru sebanyak 326. Kami sudah anggarkan untuk 2027," paparnya.

Untuk diketahui, Kota Denpasar kekurangan ratusan guru dari jenjang TK hingga SMP terbanyak pada mata pelajaran Bahasa Bali.

Wiratama mengatakan total kebutuhan guru mencapai 326 orang.

Dari jumlah itu, formasi terbanyak berasal dari guru bahasa Bali sebanyak 91 orang.

Lalu disusul guru agama Hindu 89 orang, dan guru kelas untuk SD sebanyak 41 orang. 

Selain itu, ada juga guru penjasorkes 27 orang, guru agama Islam 15 orang, serta guru matematika 11 orang.

Sementara itu, sejumlah mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia membutuhkan 10 orang, bahasa Inggris 6 orang, bimbingan konseling 6 orang, serta TIK 8 orang. 

Adapun kebutuhan guru untuk IPA sebanyak 2 orang, IPS 7 orang, PPKn 7 orang, serta guru kelas untuk TK 2 orang. 

Untuk guru agama Katolik dan Kristen masing-masing 1 dan 3 orang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.