Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Ada berbeda dalam pengumuman hasil Lomba Pakagali Pakagaya Ngata Kabupaten Sigi.
Sejumlah desa hingga organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai masih kurang dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan justru menerima sapu lidi.
Sapu lidi tersebut diberikan dalam rangkaian ramah tamah HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di pelataran Kantor Bupati Sigi, Selasa malam (18/8/2026).
Baca juga: 157 Warga Binaan Dapat Remisi HUT RI ke-81, Kapolres Sigi Ingatkan Pentingnya Berbenah
Bukan sekadar hadiah, sapu lidi itu menjadi simbol teguran sekaligus pengingat agar kebersihan dan keindahan lingkungan tidak hanya diperhatikan ketika ada perlombaan.
Pengumuman hasil lomba dihadiri seluruh kepala OPD, pimpinan dan anggota DPRD Sigi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Sigi.
Dalam kategori desa, Desa Pakuli Utara menempati peringkat pertama sebagai wilayah yang dinilai masih kurang bersih dan indah.
Disusul Desa Bolobia di posisi kedua dan Desa Wawujai di peringkat ketiga.
Penilaian serupa juga diberikan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.
Puskesmas Dombusoi tercatat sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang masuk kategori kurang bersih dan indah.
Sementara untuk kategori kantor OPD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menempati peringkat pertama, kemudian Sekretariat DPRD Sigi di posisi kedua dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di peringkat ketiga.
Tidak hanya desa dan OPD, lingkungan kantor kecamatan juga menjadi bagian dari penilaian.
Kantor Camat Pipikoro berada di peringkat pertama kategori kurang bersih, disusul Kantor Camat Tanambulava di posisi kedua dan Kantor Camat Kinovaro di peringkat ketiga.
Kepala desa, pimpinan instansi, dan camat yang masuk dalam daftar tersebut kemudian menerima sapu lidi.
Pemberian tersebut menjadi pesan sederhana bahwa menjaga kebersihan membutuhkan perhatian dan kepedulian secara berkelanjutan.
Sapu lidi diharapkan menjadi pengingat agar masing-masing wilayah dan instansi melakukan pembenahan.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, penilaian Pakagali Pakagaya Ngata tidak berhenti pada satu kali penilaian.
Evaluasi akan kembali dilakukan pada Desember mendatang.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulteng, Rabu 19 Agustus 2026, 12 Wilayah Berpotensi Berawan
“Dalam satu tahun, penilaian ini akan saya lakukan dua kali. Tahun depan, insyaallah jika kita semua diberikan kesehatan dan umur panjang, pada Juni bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Sigi, kita umumkan hasil penilaian sekaligus memberikan hadiahnya. Begitu juga pada Desember, kita kembali melakukan penilaian,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, penilaian secara berkala penting dilakukan agar kebersihan dan keindahan lingkungan tidak hanya menjadi perhatian ketika lomba berlangsung.
“Kalau hanya dinilai kali ini, bisa saja besok terulang lagi. Jadi jangan menganggap karena menang kali ini, tahun depan pasti akan menang. Itu belum tentu,” katanya.
Ia menegaskan, Pakagali Pakagaya Ngata merupakan bagian dari implementasi program pemerintah pusat dan bukan semata-mata program kepala daerah.
“Ini program Bapak Presiden, bukan program Rizal dan Samuel Pongi saja. Ini merupakan implementasi dari program ASRI Bapak Presiden. Karena itu saya jadikan program ini Pakagali Pakagaya Ngata,” jelasnya.
Dengan penilaian yang dilakukan secara berkala, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap kebersihan dan keindahan lingkungan dapat menjadi kebiasaan, bukan sekadar upaya sesaat untuk memenangkan perlombaan.
Di balik sapu lidi diberikan malam itu, terselip pesan sederhana: kebersihan bukan hanya soal lomba, tetapi tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.(*)