Cerita Pilu Kembar 3 Korban Gempa Kolombia, Hanya 1 yang Selamat
Septian Deny August 19, 2026 01:30 PM

Liputan6.com, Bogota - Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus menyisakan kisah pilu bagi keluarga Saavedra Caycedo.

Dikutip dari CNN, Rabu (19/8/206), Ana María Saavedra Caycedo harus berjam-jam terjebak di bawah reruntuhan dengan luka pada lengan dan panggul yang patah. Saat akhirnya berhasil diselamatkan, perempuan itu menghadapi kenyataan pahit: ia menjadi satu-satunya anggota keluarga intinya yang selamat.

Saat gempa mengguncang, keluarga Saavedra Caycedo berada di apartemen mereka di Cali, salah satu kota yang terdampak paling parah.

Operasi pencarian dan penyelamatan langsung dilakukan setelah gempa. Upaya tersebut berlangsung selama berhari-hari, sementara keluarga dan teman-teman korban turun ke jalan untuk meminta bantuan sekaligus ikut dalam proses penyelamatan.

Saudara kembar tiga, Ana María, Sofía, dan Isabella Saavedra Caycedo, ayah mereka Jair Saavedra, ibu mereka Vicky Caycedo, serta paman mereka Diego Caycedo kemudian ditemukan dari balik reruntuhan dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah gempa.

Namun, hanya Ana María yang selamat.

Ditemukan Berpelukan

Jair dan Vicky ditemukan dalam kondisi berpelukan pada saat-saat terakhir kehidupan mereka. Sofía dan Diego juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara jasad Isabella menjadi yang terakhir dievakuasi dari reruntuhan, kata sepupu keluarga tersebut, Camila Martínez Sierra.

Keluarga kemudian membuat kampanye penggalangan dana melalui GoFundMe untuk membantu Ana María menjalani pemulihan. Kampanye itu telah menerima ribuan donasi.

Dalam laman penggalangan dana disebutkan Ana María telah menjalani operasi dan kini menghadapi proses pemulihan yang panjang.

"Hati kami hancur karena kehilangan paman saya Jairo dan Vicky serta sepupu saya Sofía dan Isabella," tulis Martínez Sierra di Instagram pada Jumat.

"Sekarang waktunya untuk tetap bersatu dan berada di sisi sepupu kami, Ana. Setiap bantuan, doa, donasi, dan membagikan informasi sangat berarti," lanjutnya.

Menurut keluarga, ketiga saudara kembar tersebut baru saja lulus dari universitas dan bekerja bersama.

"Mereka memiliki mimpi, rencana, dan seluruh kehidupan di depan mereka," tulis keluarga dalam laman GoFundMe.

"Kami ingin Ana María memiliki fondasi yang kuat untuk pulih secara fisik dan emosional serta memulai kembali hidupnya, tanpa harus mengkhawatirkan bagaimana membayar semua kebutuhan yang akan datang."

 

Kenangan Keluarga

Warga mencari di antara puing-puing setelah gempa bumi melanda Pereira, Kolombia. (Foto AP/Miguel Angel Lopez)
Warga mencari di antara puing-puing setelah gempa bumi melanda Pereira, Kolombia. (Foto AP/Miguel Angel Lopez)

Martínez Sierra mengenang anggota keluarganya melalui sejumlah foto dan video yang merekam kebersamaan mereka dalam berbagai kesempatan.

Foto-foto tersebut memperlihatkan pertemuan keluarga, perjalanan, pesta, hingga momen sederhana yang mereka habiskan bersama.

Dalam salah satu foto, keluarga tersebut mengenakan pakaian putih yang serasi dan topi hitam. Mereka duduk di tepi kolam dengan senyum lebar dalam sebuah acara yang tampaknya merupakan reuni keluarga.

Foto lainnya memperlihatkan mereka berkumpul mengelilingi api unggun pada malam hari.

"Saya hanya bisa melihat video dan foto-foto ini dengan hati yang dipenuhi kenangan dan campuran cinta, nostalgia, serta rasa sakit yang sampai sekarang masih belum bisa saya jelaskan," tulis Martínez Sierra.

"Di sinilah reuni kami, tawa, pelukan, momen-momen keluarga, paman-paman saya, si kembar tiga... momen-momen yang kami jalani tanpa pernah membayangkan bahwa suatu hari kami akan melihat gambar-gambar ini dengan cara yang sangat berbeda," lanjutnya.

 

Ratusan Orang Masih Hilang

Warga dan petugas penyelamat mencari di antara puing-puing setelah gempa bumi melanda Cali, Kolombia. (Foto AP/Santiago Saldarriaga)
Warga dan petugas penyelamat mencari di antara puing-puing setelah gempa bumi melanda Cali, Kolombia. (Foto AP/Santiago Saldarriaga)

Keluarga Saavedra Caycedo menjadi bagian dari sedikitnya 294 orang yang telah dipastikan meninggal akibat gempa tersebut.

Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia menyatakan 320 orang lainnya masih hilang. Sementara itu, hampir 4.000 orang mengalami luka-luka.

Lebih dari 12.000 rumah hancur dan lebih dari 100 bangunan rata dengan tanah. Gempa tersebut menjadi yang paling mematikan yang melanda Kolombia dalam beberapa dekade.

Di tengah proses pencarian, keluarga korban terus membagikan permohonan bantuan melalui media sosial untuk menemukan orang-orang tercinta yang masih hilang. Tim penyelamat juga masih bekerja di antara reruntuhan.

Martínez Sierra mengatakan bencana tersebut membuat keluarganya memandang kembali setiap momen kebersamaan yang pernah mereka jalani.

"Seseorang tidak pernah berpikir bahwa sebuah foto bisa menjadi kenangan yang begitu berharga, atau bahwa pelukan yang tampak begitu biasa bisa menjadi sesuatu yang akan kita simpan selamanya di dalam hati," ujarnya.

"Gempa ini mengubah hidup kami hanya dalam hitungan detik," kata Martínez Sierra.

"Gempa ini mengingatkan kami, dengan cara yang paling menyakitkan, bahwa tidak ada yang benar-benar terjamin dan bahwa sering kali kita menunda sebuah pelukan, panggilan telepon, ucapan 'aku mencintaimu', pertemuan, atau kunjungan."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.