Pendampingan Perkuat Potensi Hortikultura KWT Kirana Tani Menuju Pasar Modern
Suci Rahayu PK August 19, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, Merangin, Jambi, 19 Agustus 2026 — Kelompok Wanita Tani (KWT) Kirana Tani di Desa Simpang Limbur, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Jambi terus mengembangkan usaha hortikultura hingga mampu memperluas pemasaran produknya ke pasar modern.

Kelompok yang beranggotakan 20 perempuan tersebut mendapat pendampingan sejak Juni 2025 dari PT Kresna Duta Agroindo unit Bangko Estate, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama Yayasan Sekolah Tani Indonesia. 

Program ini juga melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Merangin dan mendukung upaya Pemerintah Desa Simpang Limbur dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Pendampingan mencakup teknik budidaya, pengelolaan usaha tani, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran. Hasilnya, sejumlah produk sayuran KWT Kirana Tani kini telah memasuki jaringan supermarket setelah memenuhi kebutuhan kualitas dan pengemasan pasar.

KWT Kirana Tani mengembangkan berbagai komoditas hortikultura, antara lain kangkung, bayam, sawi, gambas, selada, pakcoy, serta melon varietas Merlin dan Golden.

Anggota kelompok juga mulai menerapkan sistem irigasi tetes untuk penyiraman dan pemupukan. Sistem ini membantu penggunaan air dan pupuk menjadi lebih efisien sekaligus menjaga kelembapan tanah untuk mendukung kualitas tanaman.

Pendampingan kepada anggota KWT Kirana Tani membantu meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses ke pasar modern
Pendampingan kepada anggota KWT Kirana Tani membantu meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses ke pasar modern (Ist/Dok Sinar Mas)

Salah satu komoditas yang dikembangkan bersama petani setempat adalah budidaya melon. Pada musim panen kali ini, lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi berhasil menghasilkan sekitar dua ton melon dengan tingkat kemanisan mencapai 16 derajat Brix dan mencatatkan omzet sekitar Rp30 juta.

"Program ini membantu kami meningkatkan keterampilan mulai dari budidaya, pengelolaan hasil panen, hingga pemasaran produk. Kami juga belajar bagaimana menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga,” kata Eti Suwarti, salah satu anggota KWT Kirana Tani.

Rita Purniati, Kepala Desa Simpang Limbur, mengatakan kolaborasi antara pemerintah desa, PT Kresna Duta Agroindo, Yayasan Sekolah Tani Indonesia, dan Penyuluh Pertanian Lapangan membantu meningkatkan kapasitas petani sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi produk hortikultura desa untuk dapat memasuki pasar modern.

"Kami sangat bersyukur atas adanya perhatian dari perusahaan dan juga hadirnya Sekolah Tani Indonesia di desa kami, sehingga masyarakat kami meningkat keterampilannya dalam budidaya dan pengembangan pasar bahkan bisa menembus pasar modern," ujar Rita Purniati.

Fatoni Saputra, Founder Yayasan Sekolah Tani Indonesia, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses belajar dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten bersama kelompok tani.

"Dengan keuletan, konsistensi, dan pendampingan rutin, kelompok tani ini membuktikan bahwa produk petani lokal bisa menembus modern market dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," ujarnya.

BUDIDAYA - Melon hasil budidaya petani binaan di Desa Simpang Limbur memiliki tingkat kemanisan hingga 16 derajat brix dan menjadi salah satu komoditas hortikultura yang dikembangkan melalui program pendampingan
BUDIDAYA - Melon hasil budidaya petani binaan di Desa Simpang Limbur memiliki tingkat kemanisan hingga 16 derajat brix dan menjadi salah satu komoditas hortikultura yang dikembangkan melalui program pendampingan (Ist/Dok Sinar Mas)

Riduansyah Surbakti, Estate Manager PT Kresna Duta Agroindo unit Bangko Estate, mengatakan perusahaan turut mendukung pengembangan kapasitas masyarakat melalui pendampingan yang membantu meningkatkan keterampilan dalam budidaya dan pemasaran produk. 

Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat rantai bisnis di tingkat kelompok tani dan membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan usaha secara lebih mandiri.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui pendampingan ini dapat menjadi bekal bagi para petani untuk semakin mandiri dan memiliki daya saing. Ke depan, kami juga berharap kelompok tani dapat membangun usaha pertanian yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan dan memberikan nilai bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Program pemberdayaan masyarakat ini merupakan bagian dari Bright Future Initiative, jaringan akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah membantu 163 UMKM dalam merealisasikan dan mengembangkan 280 proyek di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia. 

Perjalanan KWT Kirana Tani menunjukkan bahwa potensi yang tumbuh dari desa dapat berkembang ketika didukung oleh kemauan belajar dan kerja sama berbagai pihak. Capaian yang diraih sejauh ini menjadi bagian dari proses kelompok dalam membangun kegiatan usaha yang lebih bernilai.


Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food

Sinar Mas Agribusiness and Food, yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR), merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan luas areal tanam di Indonesia lebih dari setengah juta hektare, termasuk kebun milik petani plasma, serta bermitra dengan lebih dari 800.000 petani swadaya. 

Sebagai bagian dari agribisnis global GAR dengan pendekatan seed-to-shelf, perusahaan ini mengelola operasi terpadu dalam produksi bahan pangan berbasis minyak nabati, serta terus bertumbuh dengan tujuan memberikan nilai jangka panjang melalui praktik produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.

Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel yang dipasarkan ke berbagai negara. 

Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan fasilitas pengolahan minyak nabati dan produk pangan. Pada 2025, perusahaan memproduksi sekitar 2,8 juta metrik ton produk berbasis kelapa sawit dengan lebih dari 30 merek konsumen.

Keberlanjutan merupakan hal penting bagi perusahaan. Sejalan dengan kebijakan Responsible Agri-Commodity Sourcing dan kerangka Collective for Impact dari GAR, perusahaan berkomitmen memastikan praktik yang bertanggung jawab, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. 

Saat ini, 99,8 persen rantai pasok kelapa sawit di Indonesia dapat ditelusuri hingga ke tingkat perkebunan, sementara komoditas non-kelapa sawit mencapai 100 % hingga tingkat pabrik.

Perusahaan induknya, GAR didirikan pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$3,0 miliar per 31 Maret 2026. Flambo International Limited merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 50,56 % . 

GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Secara global, GAR beroperasi di 14 negara dan menjangkau lebih dari 110 pasar, didukung oleh kekuatan logistik dan perdagangan komoditas lainnya seperti gula, kedelai, bunga matahari, dan kelapa. (adv)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Wujud Peduli Lingkungan, PTPN IV Regional IV Kebun Solok Selatan Raih Penghargaan

Baca juga: Disdik Jambi Siapkan Langkah Tegas Basmi Geng Motor dan Judi Online di Sekolah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.