Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 21 anak menjalani operasi bibir sumbing dan langit-langit dalam kegiatan bakti sosial di RSUD Ciracas, Cibubur, Jakarta Timur (Jaktim).

"Alhamdulillah, hari ini saya berada di RSUD Ciracas, Jakarta Timur, dalam rangka menghadiri adanya bakti sosial untuk kegiatan operasi bibir sumbing. Totalnya 31 yang mendaftar. Hari ini dioperasi, yang dapat dioperasi 21 (anak)," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di RSUD Ciracas, Jakarta Timur, Rabu.

Dari 31 anak yang mendaftarkan diri, tidak seluruh peserta dapat langsung menjalani tindakan medis. Setiap calon pasien harus melalui proses pemeriksaan (skrining) untuk memastikan kondisi kesehatan dan kelayakan menjalani operasi.

"Jadi, yang memenuhi syarat sebanyak 21, dan yang dari warga Jakarta Timur, DKI khususnya, itu ada 18, yang lainnya dari luar. Kita tidak menetapkan usia, ya, bebas aja. Cuma rata-rata memang yang hadir di sini adalah anak-anak masih balita," ucap Munjirin.

Dia mengatakan bakti sosial operasi bibir sumbing itu merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap anak-anak yang membutuhkan penanganan medis.

Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat jangka panjang bagi tumbuh kembang dan kehidupan sosial anak.

"Kami tentunya dari Pemerintah Kota Jakarta Timur sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Selain operasi bibir sumbing, ini adalah untuk menumbuhkan kepercayaan kepada anak-anak kita yang memang ditakdirkan lahir dengan bibir sumbing," jelas Munjirin.

Kondisi bibir sumbing, kata dia, dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rasa percaya diri anak ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Dia pun berharap operasi tersebut dapat membantu anak menjalani kehidupan sosial dengan lebih percaya diri, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

"Dengan dioperasi, nanti sembuh. Insya Allah, nanti di masyarakat, di sekolahan, di keluarga, bahkan nanti akan berkembang menjadi dewasa dan yang bersangkutan, anak-anak kita tersebut pasti akan menjadi PD, percaya diri," ujar Munjirin.

Lebih lanjut, dia menyebutkan kondisi bibir sumbing bukanlah hal yang diinginkan oleh orang tua.

Maka dari itu, pendekatan yang diperlukan bukan menyalahkan keluarga, melainkan memberikan dukungan dan akses terhadap penanganan yang dapat dilakukan.

Sementara itu, Kepala RSUD Ciracas Debby Permatasari mengatakan operasi bibir sumbing secara gratis bagi masyarakat itu didukung oleh Asosiasi Bedah Plastik Indonesia dan Yayasan Smile Train.

"Ini seluruhnya ditanggung sama Asosiasi Bedah Plastik Indonesia, kemudian dari Yayasan Smile Train," tutur Debby.

Sebanyak 21 pasien yang terkonfirmasi layak menjalani operasi tersebut sudah melewati proses pemeriksaan selama satu hari.

"Ini kita paling banyak pesertanya dibandingkan wilayah lain karena mungkin, Jakarta Timur itu banyak permukiman. Orang dewasa hari ini, Insya Allah, akan dioperasi. Tapi, memang jumlahnya lebih banyak anak-anak daripada orang dewasa," ungkap Debby.