SURYA.co.id, LAMONGAN - Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum istimewa bagi Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Jawa Timur.
Di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, UMLA mencatat capaian akademik dengan bertambahnya 15 dosen yang berhasil meraih gelar doktor sepanjang Juni hingga Agustus 2026.
Sebanyak 13 dosen menjalani promosi doktor pada 10-19 Agustus 2026 di tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Sementara itu, dua dosen lainnya telah menjalani ujian promosi doktor pada Juni dan Juli 2026.
Para doktor baru UMLA berasal dari beragam bidang keilmuan, mulai dari kesehatan, keperawatan, kebidanan, farmasi, manajemen hingga pendidikan dasar.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam upaya UMLA memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kapasitas akademik dan daya saing perguruan tinggi.
Dari 13 dosen yang menjalani promosi doktor pada Agustus, sebanyak 11 orang menempuh pendidikan doktor di UNNES.
Rangkaian promosi dimulai pada Senin (10/8/2026) oleh Dr. Siti Sholikhah, S.Kep., Ns., M.Kes.
Kemudian, pada Selasa (11/8/2026), tiga dosen UMLA menjalani ujian promosi doktor di UNNES, yakni Dr. Dian Nurafifah, S.Si.T., Bdn., M.Kes.; Dr. Ihda Mauliyah, SST., Bdn., M.Kes.; dan Dr. Diah Eko Martini, S.Kep., Ns., M.Kep.
Baca juga: 91 Desa di Lamongan Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Air Bersih dan Hotline Pengaduan
Sehari berikutnya, Rabu (12/8/2026), dua dosen kembali menjalani promosi doktor di UNNES, yakni Dr. Muhamad Ganda Saputra, M.Kes., dan Dr. Lilin Turlina, S.Si.T., Bdn., M.Kes.
Pada tanggal yang sama, Dr. Suryani Yuli Astuti, S.E., M.M., menjalani promosi doktor bidang manajemen di Universitas Airlangga.
Gelombang berikutnya berlangsung Kamis (13/8/2026). Tiga dosen UMLA menjalani promosi doktor di UNNES, yakni Dr. Sulistyowati, SST., Bdn., M.Kes.; Dr. Dimas Arya Nugraha, S.Tr.Kes., M.Kes.; dan Dr. Abdul Rohman, S.Kep., Ns., M.Kep.
Selanjutnya, Dr. Heny Ekawati, S.Kep., Ns., M.Kes., menjalani promosi doktor di UNNES pada Jumat (14/8/2026).
Dari rumpun pendidikan, dosen Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMLA, Dr. Mochammad Miftachul Huda, S.Pd., M.Pd., menjalani promosi doktor di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Selasa (18/8/2026).
Ia menempuh Program Doktor Pendidikan Dasar pada Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.
Rangkaian promosi doktor pada Agustus ditutup Dr. Andri Tri Kusumaningrum, S.Si.T., Bdn., M.Kes., yang menjalani ujian promosi doktor di UNNES pada Rabu (19/8/2026).
Dua Dosen Raih Gelar Doktor pada Juni dan Juli
Sebelumnya, dua dosen UMLA juga telah menyelesaikan ujian promosi doktor.
Yakni Dr. apt. Irma Susanti, S.Farm., M.Farm., bidang farmasi, yang menjalani promosi doktor di Universitas Airlangga pada 16 Juli 2026.
Kemudian, Dr. Ninik Mas'adah, S.E., M.Ak., bidang manajemen, yang menjalani ujian promosi doktor di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada 11 Juni 2026.
Dengan demikian, total 15 dosen UMLA meraih gelar doktor dalam periode Juni hingga Agustus 2026.
Rektor UMLA, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, mengatakan bertambahnya 15 dosen berkualifikasi doktor menjadi bagian dari ikhtiar universitas untuk memperkuat mutu akademik dan daya saing kelembagaan.
Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai prestasi individual para dosen.
"Bertambahnya dosen berkualifikasi doktor menjadi bagian dari langkah strategis UMLA untuk berkembang sebagai universitas yang unggul, maju, dan berdampak," ujar Prof. Aziz, Rabu (19/8/2026).
Ia menegaskan, peningkatan kualifikasi akademik harus diikuti dengan peningkatan mutu pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian inovatif, serta pengabdian kepada masyarakat.
"Kekuatan sebuah universitas tidak hanya ditentukan oleh jumlah program studi atau pembangunan sarana fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan besarnya kontribusi keilmuan yang diberikan kepada masyarakat," katanya.
Karena itu, UMLA terus mendorong dosen meningkatkan kompetensi, melanjutkan studi, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Ia berharap para doktor baru dapat menjadi penggerak budaya akademik yang produktif, kritis, kolaboratif, dan adaptif.
"Keilmuan yang mereka miliki harus melahirkan gagasan dan inovasi untuk menjawab berbagai persoalan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan sektor kehidupan lainnya," tegasnya.
Bertambahnya doktor dari berbagai disiplin ilmu juga membuka peluang bagi UMLA untuk mengembangkan riset lintas bidang.
Kolaborasi antara bidang keperawatan, kebidanan, kesehatan, manajemen, farmasi, dan pendidikan diharapkan mampu melahirkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Momentum tersebut semakin istimewa karena berlangsung bertepatan dengan Bulan Kemerdekaan.
Bagi UMLA, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kerja intelektual untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan bertambahnya 15 doktor baru, UMLA optimistis dapat semakin memperkuat kualitas program studi, meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah, memperluas kerja sama, serta memperbesar kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah dan nasional.