TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 30 anggota PKK Desa Emplasmen Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, mendapat pelatihan mengolah sampah makanan atau food waste rumah tangga menjadi kompos dan eco-enzyme.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kegiatan bertajuk “Edukasi Wirausaha Berbasis Food Waste Rumah Tangga sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim pada Ibu PKK di Desa Emplasmen Kuala Namu” itu dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Emplasmen Kuala Namu, Deli Serdang.
Program tersebut bertujuan mengembangkan dan menerapkan model edukasi-wirausaha berbasis pengelolaan food waste rumah tangga.
Selain itu, kegiatan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan anggota PKK dalam memilah serta mengolah sampah organik.
Peserta mendapatkan edukasi mengenai dampak food waste terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
Setelah mendapatkan materi, peserta mengikuti praktik pembuatan kompos serta eco-enzyme dengan memanfaatkan sampah makanan rumah tangga.
Tim pelaksana juga menyerahkan alat pengomposan dan berbagai peralatan pendukung kepada PKK Desa Emplasmen Kuala Namu sebagai sarana untuk melanjutkan kegiatan pengelolaan sampah organik.
Ketua tim pelaksana, Karl Frizts Pasaribu, S.K.M., M.P.H., mengatakan pengelolaan food waste tidak hanya perlu diarahkan untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga.
Menurutnya, pengelolaan sampah makanan juga dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus penguatan ekonomi keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat sampah organik sebagai sumber daya yang bisa diolah menjadi produk bermanfaat dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta, tim pelaksana juga memberikan pre-test dan post-test selama kegiatan.
Program tersebut tidak hanya dilaksanakan dalam bentuk pelatihan satu hari.
Tim akan melakukan pendampingan selama beberapa bulan ke depan untuk memonitor praktik pengomposan dan pembuatan eco-enzyme yang dilakukan peserta.
Pendampingan juga diarahkan pada pengembangan potensi kewirausahaan ramah lingkungan dari pengelolaan sampah rumah tangga.
Kegiatan ini diketuai Karl Frizts Pasaribu, S.K.M., M.P.H., dosen Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Tim beranggotakan Amalia Akita, S.K.M., M.Kes., dosen UNIMED, serta Muthya Rahmi Darmansyah, S.E., B.B.A. (Hons)., M.Sc., dosen Universitas Medan Area (UMA).
Pelaksanaan program turut melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga UNIMED.
Kegiatan dibuka Kepala Desa Emplasmen Kuala Namu bersama Ketua Tim Penggerak PKK Desa Emplasmen Kuala Namu.
Program ini menjadi bentuk kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus mendorong kewirausahaan berbasis ekonomi hijau di tingkat rumah tangga.
(cr26/tribun-medan.com)