Minuman Diet Tak Selalu Aman dari Diabetes, Studi Ungkap Risiko yang Mengejutkan
SERAMBINEWS.COM – Mengurangi konsumsi gula sering dianggap sebagai salah satu cara untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Namun, penelitian terbaru memberikan temuan yang perlu diperhatikan.
Memilih minuman bersoda tanpa gula atau minuman yang menggunakan pemanis buatan ternyata belum tentu memberikan perlindungan terhadap diabetes tipe 2.
Bahkan, penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman tanpa gula dengan peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2 pada kelompok tertentu.
Dikutip Serambinews.com melalui GB News, Rabu (19/8/2026), penelitian tersebut diterbitkan dalam European Journal of Nutrition.
Penelitian dipimpin Sara Beigrezaei dari Julius Centre for Health Sciences and Primary Care, University Medical Centre Utrecht, Belanda.
Para peneliti menganalisis data 2.612 orang dewasa yang menjadi bagian dari kelompok penelitian berbasis di Amsterdam.
Peserta penelitian berasal dari berbagai latar belakang, termasuk Belanda, Suriname, Turki, dan Maroko.
Rata-rata usia peserta sekitar 49 tahun.
Sekitar 60 persen peserta merupakan perempuan.
Baca juga: Jus Delima Bisa Bantu Turunkan Gula Darah, Ahli Gizi Ungkap Manfaatnya untuk Sensitivitas Insulin
Para peserta dipantau selama rata-rata lebih dari tujuh tahun.
Dalam periode tersebut, sebanyak 141 orang kemudian mengalami diabetes tipe 2.
Para peneliti kemudian membandingkan pola konsumsi minuman yang mengandung gula dengan minuman tanpa gula atau menggunakan pemanis non-gula.
Hasilnya cukup mengejutkan.
Peserta yang mengonsumsi lebih dari satu porsi minuman tanpa gula setiap hari memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.
Rasio angka kejadian atau incidence rate ratio tercatat mencapai 2,26 pada seluruh kelompok penelitian.
Artinya, terdapat hubungan antara konsumsi minuman tanpa gula dalam jumlah tersebut dengan risiko diabetes yang lebih tinggi.
Namun, para peneliti menekankan bahwa hasil ini tidak berarti minuman diet secara langsung menyebabkan diabetes.
Penelitian tersebut bersifat observasional sehingga hanya dapat menunjukkan adanya hubungan, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat.
Baca juga: Sering Dikira Cuma Buat Rambut, Ini 5 Khasiat Rutin Minum Jus Lidah Buaya Bagi Tubuh
Hubungan antara konsumsi minuman tanpa gula dan diabetes tipe 2 terlihat lebih kuat pada peserta yang bukan berasal dari Belanda.
Pada kelompok tersebut, rasio angka kejadian mencapai 3,04 bagi mereka yang mengonsumsi lebih dari satu porsi minuman tanpa gula setiap hari.
Peneliti juga menemukan kelompok usia tertentu yang tampak lebih rentan.
Orang dewasa berusia 18 hingga 49 tahun menunjukkan peningkatan risiko yang signifikan bahkan pada konsumsi hingga satu porsi per hari.
Risiko juga terlihat pada peserta dengan indeks massa tubuh atau BMI 25 atau lebih yang mengonsumsi lebih dari satu porsi minuman tanpa gula setiap hari.
Temuan ini menunjukkan bahwa faktor usia, berat badan, latar belakang populasi dan pola konsumsi minuman mungkin berkaitan dengan hubungan yang ditemukan dalam penelitian.
Ganti Minuman Manis dengan Diet Tak Selalu Menurunkan Risiko
Para peneliti kemudian melakukan analisis khusus mengenai apa yang terjadi ketika seseorang mengganti jenis minuman yang dikonsumsi.
Hasilnya juga cukup menarik.
Mengganti satu porsi minuman manis berukuran 250 mililiter setiap hari dengan minuman diet dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes pada peserta berusia 18 hingga 49 tahun.
Rasio angka kejadiannya mencapai 1,67.
Pada peserta yang bukan berasal dari Belanda, angkanya bahkan mencapai 2,03.
Sebaliknya, mengganti minuman diet dengan minuman manis justru dikaitkan dengan risiko diabetes yang lebih rendah dalam dua kelompok tersebut.
Temuan ini tentu bertentangan dengan anggapan umum bahwa minuman diet secara otomatis menjadi pilihan yang lebih sehat hanya karena tidak mengandung gula.
Namun, para peneliti mengingatkan agar hasil tersebut tidak ditafsirkan sebagai anjuran untuk mengonsumsi lebih banyak minuman manis.
Minuman Manis Tidak Selalu Terkait Diabetes dalam Studi
Dalam keseluruhan kelompok peserta, konsumsi minuman manis tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan diabetes tipe 2.
Namun, terdapat pengecualian.
Peserta asal Belanda yang mengonsumsi lebih dari satu porsi minuman manis setiap hari menunjukkan peningkatan risiko.
Para peneliti menyebutkan bahwa hasil penelitian perlu dipahami dengan hati-hati karena terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi hasil.
Salah satunya adalah jumlah peserta dan kasus diabetes yang relatif terbatas.
Baca juga: 10 Jus Penurun Gula Darah yang Baik Dikonsumsi Rutin, dari Apel hingga Buah Naga
Penelitian ini menggunakan data pola makan yang diperoleh melalui kuesioner frekuensi makanan khusus berdasarkan etnis.
Data tersebut dikumpulkan antara 2011 dan 2015.
Sementara itu, informasi mengenai perkembangan kondisi kesehatan peserta dikumpulkan dalam periode 2019 hingga 2022.
Para peneliti mengakui ukuran sampel yang relatif kecil dan jumlah kasus diabetes yang tidak terlalu banyak dapat membatasi kemampuan penelitian untuk menemukan hubungan yang lebih kuat.
Keterbatasan juga semakin besar karena konsumsi minuman diet di antara peserta relatif rendah.
Selain itu, karena penelitian bersifat observasional, para peneliti tidak dapat memastikan bahwa konsumsi minuman diet merupakan penyebab langsung meningkatnya risiko diabetes.
Ada kemungkinan faktor lain yang tidak sepenuhnya terukur ikut memengaruhi hasil.
Misalnya, orang yang sudah memiliki risiko diabetes lebih tinggi mungkin lebih memilih minuman diet sebagai bagian dari upaya mengurangi gula.
Kondisi tersebut dapat membuat hubungan antara minuman diet dan diabetes terlihat lebih kuat, meskipun bukan berarti minuman diet menjadi penyebabnya.
Baca juga: 5 Jus Ampuh Turunkan Tekanan Darah, Nomor 4 Paling Direkomendasikan untuk Hipertensi
Para peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami hubungan tersebut.
Mereka menilai minuman tanpa gula sering dipromosikan sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan minuman berpemanis.
Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa dampak jangka panjangnya masih perlu diteliti lebih mendalam.
“Temuan kami menyoroti perlunya studi intervensi dan mekanistik lebih lanjut untuk lebih memahami efek kesehatan jangka panjangnya,” tulis para peneliti.
Dengan demikian, hasil penelitian ini belum dapat dijadikan alasan untuk menyimpulkan bahwa minuman diet menyebabkan diabetes.
Namun, penelitian tersebut memberikan pengingat bahwa mengganti minuman manis dengan minuman diet bukan satu-satunya faktor yang menentukan risiko diabetes tipe 2.
Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, berat badan, serta berbagai faktor kesehatan lainnya juga perlu diperhatikan.
Penelitian tersebut didanai oleh Yayasan Sains Nasional Swiss.
Kelompok penelitian yang menjadi sumber data juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga, termasuk Pusat Medis Universitas Amsterdam, Dinas Kesehatan Masyarakat Amsterdam, Yayasan Jantung Belanda dan Program Kerangka Kerja Ketujuh Uni Eropa.
Para penulis penelitian menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan.
Baca juga: 5 Jus Ampuh Turunkan Tekanan Darah, Nomor 4 Paling Direkomendasikan untuk Hipertensi
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)