Ternyata Ini Penyebab Anak Keseringan Main HP, Karena Orang Tua yang Stres?
GH News August 19, 2026 07:10 PM
Jakarta -

Studi terbaru menemukan bahwa tingkat stres orang tua dapat memengaruhi durasi anak bermain gadget. Hal ini otomatis memengaruhi kualitas konten yang dikonsumsi anak.

Studi tersebut dilakukan oleh mahasiswa doktoral psikologi Florida International University (FIU), Enid Moreira, terhadap 822 pengasuh, termasuk orang tua di seluruh Amerika Serikat dengan anak-anak berusia 4 hingga 8 tahun. Penelitian menganalisis bagaimana stres dalam parenting bisa memengaruhi kebiasaan menggunakan gadget di keluarga.

Menurut studi berjudul '', orang tua yang tingkat stresnya lebih tinggi cenderung mengandalkan gawai untuk menenangkan anak-anak mereka. Parahnya, mereka tidak menerapkan pembatasan durasi yang ketat kepada anak.

"Yang menonjol adalah pentingnya stres yang dialami oleh para pengasuh dalam pengambilan keputusan tentang bagaimana media layar digunakan oleh anak-anak mereka," kata Moreira, dikutip dari laman FIU News.

Penggunaan Gadget Wajar, Tapi...

Para peneliti menyadari bahwa penggunaan gadget pada masa-masa sulit pengasuhan merupakan hal yang wajar. Tapi, hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana pendamping bisa mengawasi dan mengarahkan anak-anak untuk mengonsumsi konten yang sehat dan sesuai dengan usia perkembangan mereka.

Menurut Moreira, orang tua seharusnya fokus pada pemilihan media yang bermakna, menarik, dan sesuai dengan usia anak mereka.

"Sama seperti cara kita memikirkan nutrisi, kita dapat memikirkan konten digital sebagai sesuatu yang bisa lebih atau kurang sehat," ujarnya.

Bagi orang tua yang merasa kewalahan, para peneliti mengatakan perlunya dukungan. Orang tua tidak perlu takut untuk meminta bantuan, termasuk kepada psikolog keluarga.

Tips Memberi Konten Digital yang Sehat untuk Anak-anak

Berikut beberapa rekomendasi dari Mayo Clinic yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Periksa aplikasi, permainan, hingga program sebelum mengizinkan anak-anak untuk menonton atau memainkannya. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat ulasan-ulasan yang dipublikasikan di laman daring seperti Common Sense Media yang memiliki program rating untuk menyesuaikan dengan umur anak-anak.

2. Memastikan anak berada dalam jangkauan fisik orang tua selama menggunakan gawai, baik untuk menonton maupun bermain.

3. Gunakan fitur kontrol orang tua pada gawai anak-anak. Beberapa aplikasi bahkan menyediakan opsi khusus anak-anak, seperti YouTube yang memiliki opsi YouTube Kids.

4. Hindari program yang tidak sesuai dengan anak-anak seperti konten kekerasan dan lainnya yang dapat berpotensi sebagai hal yang mengganggu.

5. Pada anak-anak yang berusia hampir remaja, pendamping tetap dianjurkan untuk menetapkan sejumlah batasan dalam penggunaan gawai. Salah satu contohnya adalah menetapkan penggunaan gawai saat sedang makan bersama keluarga atau saat akan pergi tidur.

Dalam mengarahkan anak, pastikan anak diajak berkomunikasi dua arah. Orang tua harus mendengarkan keinginan anak dan kemudian berbicara secara terbuka soal penggunaan teknologi dan batasan yang harus ditetapkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.