Hal itu diungkap Dedi melalui Kepala Diskominfo Jawa Barat, Adi Komar, saat membacakan kata sambutan pada Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (Konferprov PWI) Jawa Barat 2026 di Horison Ultima, Kota Bandung, Rabu (12/8/2026).
Pada kasus lainnya, semua melihat persoalan SPMB Jawa Barat 2026, misalnya, tidak hanya menjadi persoalan teknis pelayanan publik. Di dalamnya juga berkembang menjadi persoalan komunikasi publik ketika masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, jelas, dan dapat dipercaya.
Ini menunjukkan satu hal ketika pemerintah terlambat memberikan informasi, ruang kosongnya akan segera diisi informasi lain dan belum tentu informasi itu benar.
"Di sinilah saya melihat posisi strategis insan pers. Di samping itu pers memiliki fungsi yang tidak dapat digantikan begitu saja oleh algoritma," tegasnya.
Ia menambahkan, algoritma dapat mengetahui apa yang ingin semua lihat. Kecerdasan buatan dapat menghasilkan tulisan dalam hitungan detik. Media sosial dapat membuat sebuah informasi menyebar dalam hitungan menit.
"Namun, jurnalisme memiliki sesuatu yang jauh lebih penting, verifikasi, konteks, independensi, dan tanggung jawab kepada publik," katanya.
Tantan Ketua PWI Jabar Terpilih
Pada Konferprov PWI Jabar, Tantan Sulthon Bukhawan keluar sebagai pemenang. Dia mengalahkan calon lainnya Hardiyansyah.
Tantan menjadi ketua PWI Jabar periode 2026-2031 terpilih setelah mengumpulkan 444 suara. Sedangkan Hardiyansyah hanya mendapat 247 suara.
Tantan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan dan berharap PWI Jabar tetap solid ke depan.
Ketua Panitia Konferprov PWI Jabar 2026, Roberto Purba, mengapresiasi dukungan berbagai pihak atas terselenggaranya acara, terutama dukungan dari Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, bjb, BRI, bjb Syariah, Djarum Foundation, Polda Jabar, Semen Kujang, Summarecon Bandung, serta Fiesta. (*)