TRIBUNJOGJA.COM - Vaksin HPV (Human Papillomavirus) merupakan jenis vaksin yang diberikan untuk melindungi anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki dari risiko terinfeksi virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks.
Dilansir dari laman resmi Memorial Sloan Kettering Cancer Center, rumah sakit dan pusat penelitian kanker tertua serta terbesar di dunia menyebutkan virus HPV tertentu juga diketahui dapat memicu berbagai kanker lain di area kelamin, kulit, hingga tenggorokan.
Baca juga: Imunisasi Anak Sekolah di Sleman: Vaksin HPV Kini Diperluas untuk Anak Laki-Laki
Mengingat dampaknya yang cukup serius, mengutip dari laman edukasi resmi Kementerian Kesehatan(Kemenkes), World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar vaksinasi HPV dimasukkan ke dalam program imunisasi nasional.
Pemerintah Indonesia sendiri tengah gencar mengupayakan program imunisasi ini demi menekan angka pengidap kanker serviks dan mewujudkan generasi yang sehat.
Mengapa Harus Diberikan Sejak Usia Anak-Anak?
Menurut WHO, anak-anak perempuan berusia 9–14 tahun adalah kelompok umur yang diprioritaskan untuk menerima vaksin HPV sebanyak dua dosis.
Anuja Kriplani untuk Memorial Sloan Kettering Cancer Center, juga mendukung pernyataan WHO tersebut. Menurutnya, vaksin HPV terbukti memberikan perlindungan yang paling optimal jika diberikan sebelum seseorang terpapar atau aktif secara seksual.
“Sebaiknya anak-anak divaksinasi sekitar usia 11 atau 12 tahun. Mendapatkan vaksin HPV sebelum kontak seksual pertama akan melindungi seseorang seumur hidupnya,” katanya.
Baca juga: Dinkes DIY Siapkan 17 Ribu Dosis Vaksin HPV, Sasar Anak Usia 11–12 Tahun untuk Cegah Kanker Serviks
Tidak hanya anak-anak, vaksin HPV juga dianjurkan sampai rentang usia 26 tahun. Di atas usia tersebut, pemberian vaksin harus berdasarkan rekomendasi dokter.
Melakukan vaksin HPV sejak dini dapat melindungi anak dari risiko infeksi menular yang berpotensi memicu kanker di masa depan.
Kendati demikian, Kemenkes juga menekankan efektivitas pencegahan ini harus tetap diiringi dengan edukasi perilaku hidup sehat serta pemahaman komprehensif mengenai pentingnya deteksi dini atau skrining kesehatan di kemudian hari.
Meski vaksin HPV penting, kondisi tertentu seperti alergi ragi, hamil, atau sedang sakit tidak dianjurkan melakukan vaksinisasi ini. Jika ada efek samping serius, Kemenkes menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Prosedur Mendapatkan Vaksin di Luar Program Imunisasi Nasional
Dikutip dari laman edukasi Kemenkes, Imunisasi HPV tidak bisa dilakukan kapan saja oleh siapa saja. Berikut merupakan prosedur agar memperoleh vaksin HPV diluar program imunisasi nasional.
(MG Fuza Nihayatul Chusna)