Kampung Sapi Perah Enrekang Bergairah, Unhas Hadirkan Teknologi Sexing untuk Lahirkan Pedet Betina
Sanovra Jr August 20, 2026 01:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG – Peningkatan kualitas peternakan sapi perah di Kabupaten Enrekang terus digenjot. 

Kali ini, Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) terjun langsung memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada Kelompok Tani Mabarakka di Desa Pinang, Kecamatan Cendana.

Kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026 ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 Skim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Program ini mengusung judul "Penerapan Good Dairy Farming Practices Berbasis Manajemen Kesehatan Terintegrasi dan Bioteknologi Reproduksi pada Sentra Sapi Perah Enrekang" dengan nomor kontrak 151/C3/DT.05.00/PM/2026 dan 01439/UN4.1.7/PM.01.01/2026.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. drh. Fika Yuliza Purba, M.Sc., menjelaskan bahwa program ini menyasar 25 peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Mabarakka.

Menurutnya, berbagai persoalan mendasar masih dihadapi para peternak, mulai dari kualitas dan ketersediaan pakan, kesehatan ternak, manajemen reproduksi, sanitasi kandang, hingga pengelolaan usaha dan pemasaran susu.

"Kami tidak hanya memberikan pelayanan dan teknologi, tetapi juga mendampingi peternak agar mampu menerapkan praktik pemeliharaan, kesehatan, reproduksi, dan manajemen usaha yang lebih baik secara mandiri," ujar Fika. Selasa (18/8/2026).

"Harapannya, produktivitas dan kualitas susu meningkat, kasus kesehatan ternak dapat ditekan, dan usaha peternakan menjadi lebih berkelanjutan," sambungnya.

Kecamatan Cendana sendiri dikenal sebagai salah satu sentra sapi perah di Kabupaten Enrekang.

Sementara Desa Pinang memiliki sistem pertanian terintegrasi antara budidaya tanaman pangan dan peternakan, sehingga potensi pengembangannya dinilai sangat besar.

Pelayanan Kesehatan dan Penerapan Teknologi Reproduksi

Dalam rangkaian kegiatannya, tim pengabdian melaksanakan sosialisasi dan pelatihan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal dan Learning by Doing.

Metode ini membuat peternak terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan penerapan teknologi di lapangan.

Pada 15-17 Mei 2026, tim melaksanakan pelayanan kesehatan ternak yang meliputi pemeriksaan dan screening mastitis menggunakan California Mastitis Test (CMT).

Peternak juga mendapat pendampingan penerapan teat dipping setelah pemerahan serta edukasi mengenai sanitasi kandang dan prosedur pemerahan yang higienis.

Tak hanya itu, tim juga menguatkan manajemen reproduksi melalui pemeriksaan kesehatan reproduksi dan penerapan inseminasi buatan menggunakan semen beku sexing pada ternak sasaran.

Teknologi ini diarahkan untuk meningkatkan peluang kelahiran pedet betina guna membantu penyediaan replacement stock untuk pengembangan populasi sapi perah produktif.

Pada 29-31 Mei 2026, dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pendampingan penerapan Good Milking Practices, sanitasi kandang, dan pencatatan usaha (recording).

Pencatatan ini mencakup informasi produksi, kesehatan, dan reproduksi ternak yang dapat digunakan peternak sebagai dasar pengambilan keputusan usaha.

Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Diversifikasi Produk

Dari aspek pakan, tim memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan jerami jagung melalui teknologi silase dengan bantuan inokulan probiotik.

Teknologi ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan awetan sekaligus membantu peternak menghadapi fluktuasi ketersediaan hijauan.

Tim juga mendorong penguatan penanganan pascapanen, diversifikasi produk susu, serta pemasaran untuk meningkatkan nilai tambah produk peternakan.

Penanaman Hijauan Pakan Ternak (HPT), pembangunan demplot atau bank pakan, serta pengolahan limbah kotoran ternak dijadwalkan akan dilaksanakan pada September 2026 sebagai bagian dari rangkaian program berikutnya.

Libatkan Mahasiswa, Dukung IKU 2

Program ini melibatkan anggota tim lainnya, yakni Ichlasul Amal, S.Pt., M.Si dari Program Studi Teknologi Pakan Ternak Fakultas Vokasi Unhas, dan Drh. Muhammad Ardiansyah Nurdin, M.Si dari Program Studi Kedokteran Hewan FK Unhas.

Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan lapangan, mulai dari persiapan, pelayanan kesehatan ternak, penerapan teknologi, hingga pendampingan peternak.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran di luar kampus sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 melalui rekognisi kegiatan pembelajaran lapangan.

Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemantauan terhadap penerapan teknologi, peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak, perubahan kondisi kesehatan ternak, produksi susu, keberhasilan reproduksi, serta penerapan pencatatan usaha.

Pendampingan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui program ini, Kelompok Tani Mabarakka diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak, menjaga kualitas susu, memperbaiki manajemen reproduksi dan kesehatan, serta memperkuat pengelolaan usaha peternakan.

Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya peternakan sapi perah yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Desa Pinang dan Kecamatan Cendana. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.