Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Kantongi Sertifikat Insinyur Profesional Utama
Sesri August 20, 2026 02:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto, MT, resmi mengantongi Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Dalam sertifikat yang diterbitkan PII, SF Hariyanto ditetapkan pada jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU) atau Executive Professional Engineer.

Jenjang ini menjadi pengakuan terhadap kompetensi dan pengalaman profesionalnya di bidang keinsinyuran.

Sertifikat tersebut ditetapkan di Jakarta pada 14 Agustus 2026. Berdasarkan dokumen sertifikat, SF Hariyanto tercatat memiliki nomor keanggotaan PII 0406-15-061652 dan nomor sertifikasi 3-15-00-000772-00.

Sertifikat kompetensi tersebut berlaku selama lima tahun berdasarkan Bakuan Kompetensi Insinyur Profesional yang ditetapkan Persatuan Insinyur Indonesia.

Dokumen ditandatangani Ketua Pengurus Badan Kejuruan Sipil PII Ir Habibie Razak serta Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia Dr-Ing Ir Ilham Akbar Habibie.

Terbitnya sertifikat tersebut melengkapi proses uji kompetensi yang sebelumnya dijalani SF Hariyanto. 

Ia dinyatakan memperoleh jenjang Insinyur Profesional Utama setelah mengikuti wawancara Calon Insinyur Profesional yang digelar Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil PII pada Jumat (14/8/2026).

Penetapan kelulusan diumumkan Majelis Uji Kompetensi pada akhir proses wawancara yang berlangsung di Pekanbaru.

Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau, Ir Ulul Azmi, ST, M.Si, CST, IPM, ASEAN Eng, sebelumnya mengatakan pencapaian tersebut menjadi kabar membanggakan bagi dunia keinsinyuran di Riau.

Menurut Ulul, penilaian terhadap SF Hariyanto tidak hanya melihat kemampuan teknis. Rekam jejak dan pengalaman panjang dalam praktik keinsinyuran turut menjadi bagian penting dalam proses penilaian.

Termasuk di antaranya kemampuan kepemimpinan, manajemen proyek, pengambilan keputusan hingga penyelesaian berbagai persoalan dalam pelaksanaan pembangunan.

“Beliau memaparkan perjalanan panjang praktik keinsinyurannya. Salah satunya pengalaman dalam pembangunan Fly Over Jalan Jenderal Sudirman-Imam Munandar Pekanbaru,” kata Ulul.

Salah satu pengalaman yang dibahas dalam proses wawancara adalah pembangunan fly over di Pekanbaru menjelang pelaksanaan PON XVIII Riau tahun 2012.

Saat itu, PT Istaka Karya (Persero) yang mengerjakan proyek tersebut menghadapi proses kepailitan. Kondisi itu menjadi persoalan serius karena pembangunan belum selesai.

Progres pekerjaan ketika itu baru sekitar 63 persen. Artinya, masih ada sekitar 37 persen pekerjaan yang harus dituntaskan. Di sisi lain, waktu pelaksanaan PON XVIII Riau semakin dekat.

SF Hariyanto yang ketika itu menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau harus mencari jalan keluar agar proyek tersebut tidak berhenti.

Ia melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk hakim dan kurator yang menangani proses kepailitan perusahaan.

Upaya tersebut dilakukan agar pekerjaan dapat terus berjalan. Proyek fly over itu akhirnya dapat diselesaikan.

Menurut Ulul, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan seorang insinyur tidak hanya berkutat pada perhitungan teknis dan pembangunan fisik.

Seorang insinyur juga dituntut mampu menghadapi persoalan administrasi, manajemen, hukum hingga membangun koordinasi dengan banyak pihak.

“Praktik keinsinyuran itu sangat kompleks. Tidak hanya bagaimana sebuah pekerjaan dirancang dan dibangun, tetapi juga bagaimana seorang insinyur mampu menghadapi persoalan manajemen, administrasi, hukum dan berkoordinasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Perjalanan panjang karier SF Hariyanto juga menjadi bagian dari penilaian kompetensi.

Kariernya di pemerintahan dimulai dari bawah. SF Hariyanto mengawali pengabdian sebagai tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum.

Ia kemudian menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari golongan II dan terus meniti karier hingga mencapai golongan IV/e.

Dalam perjalanan tersebut, SF Hariyanto tercatat memperoleh empat kali kenaikan pangkat luar biasa.

Kariernya kemudian berlanjut dengan menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan. Latar belakangnya di bidang pekerjaan umum membuat SF Hariyanto banyak bersentuhan dengan pembangunan infrastruktur.

Perjalanan karier itu kemudian membawanya dipercaya menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Riau. Setelah itu, ia menjadi Wakil Gubernur Riau dan kini menjalankan tugas sebagai Plt Gubernur Riau.

Ulul berharap pencapaian jenjang IPU tersebut dapat menjadi motivasi bagi insinyur lain di Riau. Tidak hanya bagi anggota PII, tetapi juga ASN, praktisi, pelaku jasa konstruksi hingga generasi muda yang menekuni bidang keinsinyuran.

“Ini menjadi motivasi bagi anggota PII, ASN, praktisi, pelaku jasa konstruksi dan generasi muda insinyur di Riau agar terus belajar, meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan integritas,” katanya.

SF Hariyanto sebelumnya juga menyampaikan pesan kepada generasi muda insinyur agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan.

Menurutnya, tantangan seorang insinyur terus berkembang seiring semakin kompleksnya persoalan pembangunan.

Kemampuan teknis saja tidak cukup. Seorang insinyur harus memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pekerjaan dan mampu mencari solusi ketika menghadapi persoalan di lapangan.

“Insinyur bukan hanya merancang dan membangun. Seorang insinyur harus memahami berbagai aspek keilmuan yang kompleks dalam setiap proses pembangunan. Karena itu, kepada adik-adik generasi insinyur, teruslah belajar dan belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kompetensi, karena tantangan pembangunan akan terus berkembang,” ujar SF Hariyanto.

Proses wawancara kompetensi SF Hariyanto dilakukan oleh Majelis Uji Kompetensi yang terdiri dari Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono, ST, MT, IPU, ASEAN Eng; Wakil Ketua Umum PII Ir Habibie Razak, MM, IPU, FIEAust, ASEAN Eng; serta Dr Ir Aksan Kawanda, ST, MT, IPU, ACPE, ASEAN Eng.

Dalam proses tersebut, SF Hariyanto turut didampingi Dewan Pembina PII Riau H Aswandi, SE, Dewan Penasehat PII Riau Ir H Irving Kahar Arifin, ME, IPU, ASEAN Eng, serta Ketua Pengurus Wilayah PII Riau Ir Ulul Azmi, ST, M.Si, CST, IPM, ASEAN Eng.

Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau menyampaikan selamat atas diterbitkannya sertifikat kompetensi Insinyur Profesional Utama tersebut.

PII Riau berharap pencapaian SF Hariyanto tidak hanya menjadi pengakuan terhadap perjalanan profesionalnya, tetapi juga mendorong semakin kuatnya budaya praktik keinsinyuran yang kompeten, profesional dan berintegritas di Provinsi Riau. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.