Di Boyolali, Ahmad Luthfi Beberkan Rencana Peternakan Sapi untuk Genjot Produksi Susu
Ryantono Puji Santoso August 20, 2026 02:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan lahan peternakan baru di Kabupaten Brebes untuk menambah produksi susu sapi perah.

Tak tanggung-tanggung, peternakan tersebut disiapkan dengan kapasitas mencapai 30.000 ekor sapi perah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menekan harga susu sekaligus memenuhi kebutuhan susu di Jawa Tengah yang masih tinggi.

Saat ini, kebutuhan susu di Jawa Tengah mencapai hampir 100 ribu liter per hari.

Namun, kebutuhan tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh peternak lokal.

Sebagian pasokan susu Jawa Tengah masih didatangkan dari Jawa Timur dan sejumlah daerah lainnya.

"Mengenai sapi perah, kita sudah membuka lahan baru di wilayah Brebes. Nanti ada sekitar 30 ribu ekor sapi perah yang akan kita tempatkan di sana," kata Luthfi ditemui di Alun-alun Boyolali, Rabu (19/8/2026).

Menurut Luthfi, sapi yang akan dikembangkan di peternakan tersebut merupakan jenis sapi dengan produktivitas tinggi.

Dalam satu hari, satu ekor sapi disebut mampu menghasilkan lebih dari 30 liter susu.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan produktivitas sapi yang saat ini banyak dipelihara peternak rakyat.

"Kalau sapi peternak biasa umumnya hanya menghasilkan sekitar 10 liter per hari," ujarnya.

Meski akan dibangun peternakan berskala besar, Luthfi memastikan keberadaan perusahaan tersebut nantinya tetap akan melibatkan peternak rakyat.

Pemerintah akan menghubungkan peternakan besar tersebut dengan peternak lokal melalui pola kemitraan inti-plasma.

"Nah, ini nanti akan kita hubungkan dengan para peternak tradisional. Apabila hasil produksi peternak lokal berada di atas 10 liter, maka pola kemitraan akan berjalan," jelasnya.

Dalam skema tersebut, peternak lokal dapat menjadi mitra penyedia pakan.

Sementara peternak yang produksinya belum mencapai 30 liter juga akan dirangkul sebagai mitra plasma.

Untuk penyediaan bibit sapi, Luthfi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian.

"Kementerian Pertanian yang akan mengondisikan terkait penyediaan bibit. Selama ini seluruh ketersediaan bibit memang dikendalikan oleh Kementerian," katanya.

Luthfi berharap penambahan produksi susu tersebut dapat menutup kekurangan pasokan di Jawa Tengah.

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong daya beli, investasi, serta munculnya peternak-peternak unggul baru.

Harga Susu di Boyolali Naik, Peternak Masih Tertekan Harga Pakan

Di tengah rencana pengembangan peternakan sapi perah skala besar di Brebes, kondisi peternak sapi perah di Boyolali masih menghadapi persoalan lain.

Harga susu di tingkat peternak memang mengalami kenaikan.

Salah satu peternak sapi perah di Boyolali, Derajat Tri Wibowo, mengatakan harga susu yang diterima melalui koperasi kini berada di kisaran Rp8.000 per liter.

Harga tersebut naik dari sebelumnya sekitar Rp7.500 per liter.

Jika dijual langsung kepada konsumen, harga susu bahkan bisa mencapai Rp10.000 per liter.

Namun, menurut Derajat, kenaikan harga susu tersebut belum sepenuhnya menguntungkan peternak.

Sebab, harga pakan sapi juga terus mengalami kenaikan.

Baca juga: Sedang Apel, Damkar Wonogiri Tiba-tiba Tinggalkan Barisan, Dapat Laporan Kebakaran Kandang Sapi

"Yang dulu itu harga polar (pakan sapi) katakanlah Rp160 ribu, sekarang sudah sampai Rp200 ribuan. Untuk konsentrat, pelet itu juga otomatis naik," kata Derajat, Rabu (19/8/2026).

Kondisi tersebut semakin berat karena jumlah sapi yang dipeliharanya kini menyusut.

Derajat mengatakan trauma akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) juga masih dirasakan peternak.

Di sisi lain, kenaikan harga pakan membuat biaya produksi semakin tinggi.

Menurut dia, salah satu faktor yang memengaruhi harga pakan adalah bahan baku yang masih banyak bergantung pada impor.

"Mungkin kan apa ya, faktor dolar naik atau apa, bahan-bahan bakunya dari luar negeri kan Mas, yang paling banyak," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.