7 Keutamaan Salat Qobliyah Subuh yang Jarang Diketahui, Lebih Baik dari Dunia Seisinya
Muhamad Ridlo August 20, 2026 02:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Ada satu shalat sunnah yang kerap terabaikan padahal mengandung ganjaran luar biasa, yakni sholat fajar. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui keutamaan-keutamaan salat qobliyah subuh yang jarang diketahui, sebagai motivasi untuk mulai mengamalkannya.

Dua rakaat yang dikerjakan sebelum salat Subuh ini tampak sederhana, tetapi memiliki nilai yang begitu besar. Rasulullah SAW bahkan menyebut dua rakaat tersebut lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.

Mayoritas ulama menetapkannya sebagai sunnah yang sangat ditekankan. Ibnu Qayyim menjelaskan Nabi Muhammad tidak pernah meninggalkannya, baik saat mukim maupun ketika sedang safar di perjalanan jauh.

Keutamaan itu menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap ibadah yang dikerjakan saat datangnya subuh ini. Bagi seorang Muslim, sholat fajar menjadi pembuka hari, pelengkap salat wajib, dan kesempatan meraih pahala besar sebelum memulai aktivitas harian.

Keutamaan Salat Qobliyah Subuh yang Jarang Diketahui

1. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Keutamaan ini termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Rasulullah SAW bersabda: “Dua rakaat fajar (qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR Muslim).

Ini adalah keutamaan yang sangat luar biasa—seluruh kenikmatan dunia yang fana tidak sebanding dengan pahala dua rakaat ringan yang dikerjakan sebelum Subuh.

2. Salat yang Paling Dijaga oleh Rasulullah

‘Aisyah RA berkata: “Nabi SAW tidaklah menjaga salat sunnah yang lebih daripada menjaga salat sunnah dua rakaat sebelum Subuh” (HR Muslim no. 724).

Dalam lafaz lain beliau mengatakan: “Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah SAW mengerjakan salat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan salat sunnah dua rakaat sebelum Fajar” (HR Muslim no. 724).

Ini menunjukkan bahwa salat ini adalah sunnah yang paling diperhatikan oleh Rasulullah dibandingkan salat-salat sunnah lainnya.

3. Menyempurnakan Kekurangan Salat Fardhu

Salat qobliyah subuh berfungsi sebagai “penambal” atau penyempurna bagi kekurangan yang mungkin terjadi dalam salat fardhu Subuh. Pada hari kiamat nanti, amalan sunnah akan menyempurnakan kekurangan amalan fardhu.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya perkara yang pertama kali yang akan diperhitungkan dari seorang hamba muslim pada hari kiamat adalah salat fardhunya. Jika ia melakukannya dengan sempurna maka sempurnalah semua amal perbuatannya. Tetapi jika tidak, dikatakan (kepada para malaikat) ‘Perhatikanlah apakah ia mengerjakan dari salah satu salat sunnah (rawatibnya). Jika ia mengerjakan salat sunnah (rawatibnya), salat fardhunya menjadi sempurna karena salat sunnah (rawatibnya)’”.

4. Pembuka Hari dengan Keberkahan

Melaksanakan salat qobliyah subuh berarti memulai hari dengan ibadah dan mengingat Allah sejak dini hari. Waktu fajar adalah waktu yang penuh berkah, dan salat sunnah ini menjadi ritual pembuka yang membawa keberkahan sepanjang hari.

Salat ini juga menjadi benteng pertahanan diri dari berbagai keburukan dan godaan setan di sepanjang hari.

5. Mendapat Rumah di Surga

Shalat sunnah fajar termasuk dalam rangkaian shalat rawatib 12 rakaat sehari semalam. Barangsiapa yang merutinkannya, Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga kelak.

6. Dicintai dan Ditekuni oleh Rasulullah

‘Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang dua rakaat sebelum fajar: “Kedua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya” (HR Muslim no. 725). Kecintaan Rasulullah kepada salat ini menjadi teladan bagi umatnya untuk senantiasa menjaganya.

7. Tidak Pernah Ditinggalkan oleh Rasulullah

Salah satu keistimewaan salat qobliyah subuh adalah bahwa Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya, baik saat mukim maupun dalam perjalanan (safar). Ibnul Qayyim RA dalam Zadul Ma’ad menegaskan bahwa tidak pernah dinukil dari beliau salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib dalam safar kecuali salat witir dan sunnah fajar.

Tata Cara Salat Qobliyah Subuh

1. Waktu Pelaksanaan

Waktu salat qobliyah subuh dimulai sejak terbitnya fajar (masuk waktu Subuh) hingga iqamah dikumandangkan untuk salat Subuh. Syaikh Ibnu Utsaimin RA berkata: “Dua rakaat fajar seperti salat fajar, maka jangan engkau salat sunnah fajar kecuali setelah terbitnya fajar” (Majmu’ Fatawa, 14/276).

2. Niat Salat

Lafal niat salat qobliyah subuh adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatash shubhi rak‘ataini qabliyyatan lillahi ta‘ala.”

Artinya: “Aku niat salat sunah qabliyah Subuh dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

3. Pelaksanaan yang Diringankan

Disunnahkan untuk memperingan atau memendekkan shalat, namun tetap tanpa mengurangi rukun dan kewajibannya (seperti kewajiban membaca surat Al-Fatihah).

4. Bacaan Surah

Pada rakaat pertama disunnahkan membaca Surah Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca Surah Al-Ikhlas. Alternatif lain, rakaat pertama membaca QS. Al-Baqarah: 136 dan rakaat kedua membaca QS. Ali Imran: 46.

5. Tempat Terbaik

Sebagaimana shalat sunnah lainnya, sangat dianjurkan untuk mengerjakannya di rumah sebelum bergegas ke masjid.

6. Qadha (Pengganti)

Jika seseorang terlambat bangun (kesiangan) atau iqamah sudah dikumandangkan sebelum sempat shalat qobliyah, ia boleh mengqadhanya. Pengqadha-an ini dapat dilakukan setelah selesai mengerjakan shalat wajib subuh, atau lebih afdal ditunda hingga setelah terbit matahari.

Hikmah Salat Qobliyah Subuh

1. Mendidik Kedisiplinan dan Ketekunan

Menjaga salat qobliyah subuh berarti bangun lebih awal setiap hari. Ini melatih kedisiplinan, mengatur waktu, dan membentuk karakter yang tekun. Kebiasaan ini juga menunjukkan bahwa seorang muslim serius dalam urusan ibadahnya.

2. Menjadi Benteng Perlindungan dari Godaan Setan

Waktu fajar adalah saat di mana setan berusaha keras menggoda manusia untuk tetap tidur dan meninggalkan salat. Dengan bangun dan melaksanakan salat qobliyah subuh, seorang muslim telah mengalahkan godaan setan dan memulai hari dengan kemenangan.

3. Memperkuat Hubungan dengan Allah

Salat sunnah adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah. Salat qobliyah subuh yang dikerjakan dengan ikhlas akan memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Rabb-nya, karena ia memulai hari dengan menghadap kepada Sang Pencipta.

4. Mendapatkan Keberkahan Waktu

Waktu fajar adalah waktu yang penuh berkah. Dengan mengisinya dengan ibadah, seorang muslim akan merasakan keberkahan dalam sisa waktunya sepanjang hari. Rezeki, kesehatan, dan ketenangan hati adalah sebagian dari keberkahan yang dapat diraih.

5. Teladan dari Rasulullah

Menjaga salat qobliyah subuh berarti mengikuti teladan Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkannya. Ini adalah bentuk kecintaan kepada beliau dan upaya untuk meneladani akhlak serta ibadahnya.

6. Persiapan Mental dan Spiritual Sebelum Salat Fardhu

Salat qobliyah subuh menjadi pemanasan spiritual sebelum melaksanakan salat fardhu Subuh. Dengan melaksanakannya, hati menjadi lebih khusyuk dan siap menghadap Allah dalam salat wajib.

Pertanyaan Seputar Sholat Qobliyah Subuh

1. Apakah salat qobliyah subuh lebih baik dari dunia dan seisinya?

Ya, berdasarkan hadits shahih riwayat Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda: “Dua rakaat fajar (qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR Muslim no. 725). Ini berarti pahala salat dua rakaat ini lebih besar nilainya dibandingkan seluruh kenikmatan dunia yang fana.

2. Apakah salat qobliyah subuh termasuk sunnah mu’akkad?

Ya, salat qobliyah subuh termasuk dalam salat sunnah rawatib mu’akkad, yaitu salat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Bahkan sebagian ulama seperti al-Hasan al-Bashri dan Imam as-Syaukani berpendapat hukumnya wajib berdasarkan hadits yang memerintahkan untuk tidak meninggalkannya meskipun dalam keadaan dikejar musuh.

3. Apakah Rasulullah pernah meninggalkan salat qobliyah subuh?

Tidak pernah. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan salat qobliyah subuh, baik dalam keadaan mukim maupun dalam perjalanan (safar). Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad menegaskan bahwa tidak pernah dinukil dari beliau salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib dalam safar kecuali salat witir dan sunnah fajar.

4. Surat apa yang dibaca dalam salat qobliyah subuh?

Rasulullah SAW biasa membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah. Namun demikian, salat ini dikerjakan dengan ringan—bahkan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya apakah beliau membaca Al-Fatihah karena sangat ringannya salat tersebut.

5. Bolehkah mengqadha salat qobliyah subuh jika terlewat?

Boleh. Jika seseorang terlewat dari salat qobliyah subuh, ia dapat mengqadhanya setelah salat Subuh atau setelah terbit matahari. Ini berdasarkan hadits dari Qais bin Amru radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi SAW melihat seorang sahabat salat dua rakaat setelah Subuh dan membiarkannya ketika mengetahui bahwa itu adalah qadha salat qobliyah subuh. Syaikh Ibnu Baz RA berpendapat bahwa menundanya sampai terbit matahari lebih afdol.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.