Perkuat Tata Kelola UMKM di MBD, Dosen PSDKU Unpatti Dorong Literasi Akuntansi dan Kesadaran Hukum
Ode Alfin Risanto August 20, 2026 02:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pengelolaan keuangan yang tertib dan pemahaman hukum menjadi kunci penting bagi keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk memperkuat tata kelola usaha mitra di Desa Wakarleli, Kecamatan Moa.

Baca juga: Kapolresta Pastikan Anggotanya Tidak Akan Kawal Truk Kontainer Di Luar Jam Operasional

Baca juga: Layanan Kesehatan Berkualitas Tak Lagi Harus di Kota Besar, Ini Langkah Kemenkes

Ketua Tim PkM, Sitti Fatimah Kamaruddin, menjelaskan bahwa pelaku UMKM tidak hanya dituntut mampu menjalankan usaha, tetapi juga harus memahami cara mengelola keuangan secara profesional, mulai dari mencatat transaksi, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, hingga memahami aspek hukum dalam menjalankan bisnis.

"Pengelolaan keuangan yang tertib menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan UMKM. Selain menjalankan aktivitas usaha, pelaku UMKM perlu mampu mengelola keuangan, mencatat transaksi, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta memahami aspek hukum dalam menjalankan usaha," ujarnya.

Program tersebut menyasar Mitra Pangkalan Minyak Tanah Dua Saudara di Desa Wakarleli dengan mengusung tema "Pemberdayaan UMKM Berbasis Literasi Akuntansi dan Kesadaran Hukum untuk Mewujudkan Tata Kelola Usaha yang Transparan dan Berkelanjutan."

Kegiatan berlangsung selama 9–11 Juni 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2026.

Tim pengabdian terdiri atas Sitti Fatimah Kamaruddin dari Program Studi Akuntansi PSDKU Universitas Pattimura Kabupaten MBD, Zalni dari Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, serta Dian Rubiana Suherman dari Program Studi Hukum PSDKU Universitas Pattimura Kabupaten MBD. 

Dalam pelaksanaannya, sejumlah mahasiswa juga dilibatkan untuk mendukung proses pelatihan dan pendampingan kepada mitra.

Sitti Fatimah mengungkapkan, sebelum program dilaksanakan, mitra sebenarnya telah melakukan pencatatan transaksi menggunakan logbook. 

Namun, sistem tersebut masih terbatas sebagai dokumentasi transaksi dan belum mampu menggambarkan kondisi keuangan usaha secara menyeluruh.

Melalui pelatihan selama tiga hari, peserta memperoleh materi mengenai manajemen dan perencanaan keuangan, pemisahan uang pribadi dengan uang usaha, pencatatan kas masuk dan kas keluar, hingga pemahaman mengenai aspek hukum dalam menjalankan usaha.

Selain itu, tim juga memberikan pendampingan selama lima hari, yakni pada 14–15 Agustus dan 17–19 Agustus 2026.

Pendampingan difokuskan pada penerapan praktik pencatatan keuangan serta penyusunan laporan keuangan sederhana yang disesuaikan dengan kondisi usaha mitra.

LITERASI AKUNTANSI
PENGELOLAAN KEUANGAN - PKM PSDKU Unpatti mengajarkan pengelolaan keuangan secara profesional kepada Mitra Pangkalan Minyak Tanah Dua Saudara di Desa Wakarleli, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Hasilnya, mitra mulai meninggalkan pola pencatatan lama dan beralih menggunakan buku kas untuk mencatat seluruh penerimaan serta pengeluaran usaha secara lebih sistematis.

Perubahan tersebut membantu pelaku usaha mengetahui arus kas, menghitung keuntungan dengan lebih mudah, sekaligus menyusun laporan keuangan sederhana sesuai standar yang diperkenalkan selama program berlangsung.

Tak hanya itu, pendampingan juga meningkatkan kesadaran mitra mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan administrasi usaha yang tertib sehingga pengelolaan usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada tanggung jawab hukum.

Perwakilan Mitra Pangkalan Minyak Tanah Dua Saudara, Putri, mengaku program tersebut memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha yang mereka jalankan.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami selaku mitra karena memberikan pedoman bagaimana mengelola keuangan, pendapatan, maupun pengeluaran usaha kami. Dampaknya juga dirasakan oleh lingkungan dan para konsumen di Kabupaten Maluku Barat Daya, khususnya di Desa Wakarleli dan sekitarnya. Kami juga semakin memahami tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha," katanya.

Tim PkM berharap pendampingan tidak berhenti setelah program selesai. Pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan diharapkan terus diterapkan oleh mitra dalam mengelola keuangan, mencatat transaksi, memenuhi administrasi usaha, serta menjalankan bisnis secara lebih tertib, transparan, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen PSDKU Universitas Pattimura Kabupaten Maluku Barat Daya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha di daerah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.