TRIBUNNEWS.COM - Al Nassr mendapat saran mengejutkan terkait masa depan sang kapten, Cristiano Ronaldo.
Mantan pemain Timnas Arab Saudi, Ahmed Ateef, menilai klub Al Nassr sebaiknya tidak lagi memasukkan Ronaldo dalam daftar utama Liga Arab Saudi.
Sebaliknya, tim berjuluk Al Alami itu disarankan agar lebih memprioritaskan sang megabintang untuk ajang Liga Champions Asia Elite serta Piala Raja.
Saran tersebut muncul setelah Ronaldo absen dalam dua pertandingan awal Al Nassr musim 2026-2027.
Al Nassr meraih kemenangan 4-1 atas Al Diriyah pada babak 32 besar Piala Raja, Selasa (18/8/2026), meski tanpa kehadiran pemain asal Portugal tersebut.
Sebelum itu, di laga pembuka Liga Arab Saudi, Al Nassr juga meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas All Fateh.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Bakal dapat Pesaing Baru, Al Hilal Dekati Striker Haus Gol Aston Villa
Ahmed Ateef menilai Al Nassr bisa mengambil langkah berbeda dalam mengatur kuota pemain asing.
Menurut mantan pemain Timnas Arab Saudi itu, Al Nassr sebaiknya mendatangkan penyerang baru untuk menjadi andalan di kompetisi domestik.
Sebagai gantinya, Ronaldo bisa lebih diprioritaskan untuk pertandingan Liga Champions Asia Elite dan Piala Raja.
"Jika Al Nassr memiliki sembilan pemain asing, mereka bisa melepas salah satu pemain asing senior dan merekrut penyerang baru," kata Ateef dalam program Dawrina Ghair, seperti dikutip dari Goal Arab.
"Penyerang itu kemudian bermain sebagai starter di liga, sementara Ronaldo tampil di Liga Champions Asia dan pertandingan Piala Raja," lanjut mantan gelandang yang kini berusia 43 tahun itu.
Ateef menegaskan sarannya bukan berarti mengabaikan besarnya nama atau pencapaian Ronaldo.
Namun, menurutnya, Al Nassr harus mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan tim jika ingin melangkah lebih jauh.
"Tidak ada yang memperdebatkan penilaian terhadap Ronaldo di masa lalu, tetapi sekarang kita harus berhenti bersikap sentimental jika Al Nassr ingin melangkah jauh," ujarnya.
Seperti diketahui, Al Nassr bersama Ronaldo telah meraih gelar Liga Arab Saudi musim lalu. Namun untuk gelar di pentas Asia masih belum bisa didapatkan.
Mereka menembus final Liga Champions Asia 2, namun gagal menjadi juara setelah kalah dari Gamba Osaka musim lalu.
Sementara di Liga Champions Asia Elite, target untuk menjadi juara masih jauh dari harapan mereka. Al Nassr belum bahkan belum bisa mencapai babak final saat diperkuat Ronaldo.
Sementara itu, di kompetisi domestik Al Nassr baru saja menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki kekuatan besar saat Ronaldo tidak bermain. Menghadapi Al Diriyah di Piala Raja, tim asuhan Ange Postecoglou menang 4-1.
Al Diriyah sebenarnya lebih dahulu membuka keunggulan pada menit kedua melalui Oscar Rodriguez. Namun, Al Nassr kemudian bangkit dan membalas dengan empat gol.
Joao Felix menjadi bintang lewat dua golnya. Dua gol lain dicetak Mohamed Simakan dan Abdullah Al-Hamdan.
Ange Postecoglou sebelumnya memang memilih tidak memasukkan Ronaldo ke dalam skuad pertandingan tersebut.
Keputusan itu diambil untuk mempersiapkan sang pemain menghadapi agenda berikutnya setelah ia terlambat bergabung dengan tim usai membela Portugal dan menjalani masa liburan.
Ronaldo juga belum tampil pada laga pembuka Liga Arab Saudi melawan Al Fateh pada pekan lalu.
Setelah itu, pemain berusia 41 tahun tersebut dilaporkan kembali menjalani program pemulihan karena merasakan sakit pada otot panggul saat mengikuti latihan.
Kondisinya akan terus dievaluasi sebelum tim pelatih menentukan apakah Ronaldo sudah siap kembali masuk daftar pemain.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Berkejaran dengan Waktu, Laga Selanjutnya Al Nassr Terlalu Mepet
Di tengah pembicaraan mengenai pengaturan menit bermainnya, Ronaldo sebelumnya juga memberikan isyarat bahwa dirinya mulai memasuki tahap akhir karier.
Dalam wawancara dengan majalah Vogue, Ronaldo menyebut musim ini kemungkinan menjadi tahun terakhirnya sebagai pesepak bola profesional.
"Tahun ini kemungkinan besar menjadi tahun terakhir saya di sepak bola. Saya ingin meninggalkan warisan yang luar biasa," kata Ronaldo.
Ronaldo mengaku telah menyiapkan kehidupan setelah pensiun. Setelah menjalani karier selama sekitar 25 tahun, ia ingin memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga, bepergian, dan menikmati berbagai aktivitas yang disukainya.
Pernyataan tersebut semakin membuat saran Ateef menarik untuk diperhatikan. Jika Ronaldo benar-benar memasuki musim terakhirnya, Al Nassr bisa menghadapi tantangan untuk mengatur kebugaran dan menit bermain sang kapten.
Namun, usulan mencoret Ronaldo dari daftar utama Liga Arab Saudi tentu masih sebatas pendapat Ateef. Keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen dan tim pelatih Al Nassr.
Bagi Ronaldo, musim ini bisa menjadi kesempatan untuk menutup karier dengan pencapaian besar, mancapai 1000 gol.
Jika ia lebih banyak absen di Liga Arab Saudi, target 1000 gol berisiko lebih lambat, meski ia masih berpeluang menambah lewat laga internasional bersama Timnas Portugal.
Disisi lain bagi Al Nassr, tantangannya memamang mereka harus menemukan cara terbaik memanfaatkan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola, termasuk jika klub memutuskan lebih memprioritaskan gelar di panggung Asia.
(Tribunnews.com/Tio)