Disebut "Raja Begal", Rekam Jejak Alim Munandar Pelaku Begal Tewaskan Wanita di Kertapati Palembang
Weni Wahyuny August 20, 2026 03:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Alim Munandar (28), pelaku begal sadis di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, disebut sebagai "Raja Begal".

Aksi begalnya yang menewaskan Adinda Dhea Puji Lestari (21) ini ternyata bukan pertama kali.

Sebanyak 12 kali Alim Munandar beraksi sebelum aksi terbarunya di Kertapati.

Di antaranya pada November 2023 lalu ia ditangkap petugas Satreskrim Polrestabes Palembang Tim Beguyur Bae Opsnal Ranmor Pimpinan Kasubnit Opsnal Iptu Jhoni Palapa saat berada di kafe di kawasan Kampung Baru (Teratai Putih), Palembang.

Salah satu rekan Alim adalah Rizki (24), yang pada 2023 lalu ditangkap lebih dulu oleh anggota Reskrim Polres Ogan Ilir. 

Alim menghirup udara segar usai keluar dari Rutan Kelas 1 Pakjo, Palembang pada Mei 2025.

Warga Desa Petulai Dangku, Muara Enim, Sumsel ini pula melakukan aksi begal di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan SPBU Romi Herton pada bulan Juni 2026. 

Terbaru, aksinya menewaskan Adinda pada Rabu (19/8/2026) dini hari.

Dari data yang dihimpun, Alim Munandar dan rekan Rizki disebut "Raja Begal" karena beraksi di 19 TKP, dengan rincian 12 TKP di wilayah Palembang dilakukan Alim, sementara 7 TKP di Ogan Ilir dilakukan Rizki, dengan modus operandi memepet, mengancam dan menendang motor korban hingga terjatuh dan melarikan motor korban.

"Jadi benar pelaku ini dulu pernah kita amankan pada 2023, bersama rekannya Rizki," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP M Jedi P melalui Kanit Ranmor Iptu Jhoni Palapa, Kamis (20/8/2026) pagi. 

Baca juga: Tampang Pelaku Begal Tewaskan Adinda Dhea di Kertapati yang Ditangkap, Residivis Baru Bebas

Kronologi Versi Alim di Kasus Begal Adinda Dhea

PELAKU BEGAL DITANGKAP - salah satu pelaku pencurian disertai kekerasan atau begal yang menewaskan Adinda Dhea Puji Lestari (21) di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang.
PELAKU BEGAL DITANGKAP - salah satu pelaku pencurian disertai kekerasan atau begal yang menewaskan Adinda Dhea Puji Lestari (21) di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang. (Instagram/Plgkasus)

Alim Munandar (28), satu dari dua pelaku pembegalan yang menewaskan Adinda Dhea Puji Lestari (21) di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, akhirnya ditangkap. 

Salam kasus terbaru ini, Alim beraksi bersama dengan T yang kini tengah buron.

Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang pimpinan Iptu Jhoni Palapa dan Ipda Iwan Tedok memberikan tindakan tegas dan terukur pada bagian kaki karena pelaku mencoba melawan saat ditangkap pada Rabu (19/8/2026).

Saat diinterogasi, Alim membeberkan perannya dan kronologi kejadian bersama rekannya berinisial T yang kini masih berstatus DPO.

Alim mengaku sebelum melakukan aksi pembegalan, ia dan T terlebih dahulu berputar-putar untuk mencari sasaran.

"Sebelum beraksi kami keliling dulu cari sasaran, mulai dari arah Musi 2 sampai kawasan Citraland," ujar Alim saat ditemui pada Rabu (19/8/2026) malam.

Lantaran belum menemukan target, Alim dan rekannya sempat berhenti di dekat kawasan perumahan Citraland sebelum akhirnya melihat korban melintas seorang diri.

"Karena tidak ketemu sasaran, kami berhenti dekat Citraland. Begitu korban lewat, langsung kami buntuti," kata Alim.

"Aku lihat korban lewat, aku buntutin dari lewat dari Musi 2 jalan lambat, ke Citraland," ujar pelaku.

Alim yang bertindak sebagai pengemudi sepeda motor mengakui bahwa mereka membawa senjata tajam saat membuntuti korban.

"Iya bawa parang pendek, tapi dak dikapaki cuma diagaki bae (ditakutin). Terus aku bawa motornya," tuturnya.

Baca juga: Breaking News : Satu Pelaku Begal Tewaskan Adinda di Kertapati Ditangkap di Lemabang, Satunya Buron

Sesampainya di lokasi kejadian, pelaku berupaya merampas kunci kontak kendaraan korban. Namun, korban mencoba melarikan diri hingga para pelaku kembali memepet sepeda motor korban.

"Awalnya kami pepet untuk mengambil kunci motor agar korban berhenti mendadak. Namun, korban kabur sehingga kami pepet lagi sampai akhirnya T berhasil menarik lengan baju sebelah kanan korban," ungkap Alim.

Aksi tarik-menarik sempat terjadi ketika korban berusaha melepaskan pegangan pelaku sebelum akhirnya terjatuh ke aspal.

"Sempat terjadi tarik-menarik. Korban fokus melihat ke arah kami sambil mencoba melepaskan pegangan. Begitu dilepas mendadak oleh teman saya, korban langsung jatuh," jelas Alim.

Setelah korban tersungkur dan tidak berdaya di jalan, para pelaku langsung membawa lari sepeda motor Honda Beat milik korban.

Korban ditinggalkan begitu saja di TKP.

"Saat jatuh, korban langsung terdengar bersuara terengah-engah (ngorok). Begitu dia jatuh, motornya langsung kami bawa kabur dan tidak kami apa-apa lagi," tuturnya.

Alim mengaku sudah menduga korban bakal meninggal dunia akibat luka parah tersebut. Ia juga berencana menjual motor curian itu ke kawasan Jalur.

"Belum sempat dijual, rencananya mau kami jual ke daerah Jalur," kata Alim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.