Sebelum Tewas Tertabrak Kereta, Kakek 80 Tahun Sempat Ditawari Kopi
Vivi Febrianti August 20, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemilik warung nasi di dekat lokasi, Een (59), mengungkapkan detik-detik menjelang Ishak (80) tewas setelah terserempet KRL relasi Bogor-Jakarta di perlintasan sebidang dekat SMA Negeri 37 Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Pagi itu, tidak ada yang tampak berbeda. Sekitar pukul 06.15 WIB, Een seperti biasa mengantarkan kopi hitam kepada dua penjaga perlintasan yang bertugas mengatur lalu lintas di lokasi.

"Jam 6 seperempat memang saya biasa ngantar kopi yang jaga kan. Tapi jam 6 seperempat belum ada kereta lewat," ujar Een kepada Kompas.com di warungnya, Kamis.

Saat hendak mengantarkan kopi, Een melihat Ishak tengah duduk di pos pantau yang berada tepat di samping palang perlintasan.

Saat itu, Ishak duduk bersama salah satu penjaga perlintasan.

Een tidak menaruh curiga karena pria yang akrab disapa Sa'ak tersebut karena memang kerap duduk di sekitar perlintasan.

Setelah mengantarkan kopi kepada penjaga, Een sempat menawarkan kopi kepada Ishak yang merupakan tetangga sekaligus pelanggan warungnya.

"Memang sempat saya tanyain, 'Mau ngopi, Bang?' 'Enggak' katanya. Itu jam 6 seperempat tuh, belum setengah tujuh," kata Een. 

Setelah itu, Een kembali ke warungnya. 

Sekitar pukul 06.30 WIB, Een melihat sebuah KRL berhenti tepat di depan warungnya.

Ia bersama sejumlah warga sempat heran melihat kereta berhenti di lokasi.

Namun, mereka tidak langsung menduga telah terjadi kecelakaan. 

Warga mengira KRL tersebut berhenti karena sedang menunggu kereta lain melintas. 

"Ya orang pada kaget, malah sempat nanya. Yang jaga juga, 'Ada apaan?' Nggak ada apa-apa. Karena enggak ngeh si kakek tua itu enggak ada," ucapnya.

Dua penjaga yang saat itu bertugas juga tidak menyadari bahwa Ishak sudah tidak berada di tempat semula.

Menurut Een, para penjaga saat itu harus fokus mengamati arah datangnya kereta sekaligus mengatur buka-tutup palang perlintasan.

Terlebih, sekitar pukul 06.30 WIB, kondisi lalu lintas warga di lokasi cukup ramai. 

Banyak pelajar SMA Negeri 37 Jakarta yang melintas menuju sekolah.

"Yang jaga enggak merhatiin satu orang doang kan, dia merhatiin orang-orang yang lewat. Karena orang lewat pas setengah 7 lagi ramai-ramainya anak SMA 37 pada nyebrang. Karena kalau lambat kan di-setrap juga," ungkapnya.

Beberapa saat kemudian, warga baru menyadari bahwa Ishak sudah tidak berada di posisi terakhir ketika dia terlihat duduk di sekitar perlintasan. 

Berdasarkan keterangan kepolisian, Ishak diduga terserempet KRL relasi Bogor-Jakarta sekitar pukul 06.50 WIB. 

Ishak meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.