Perjalanan kini tak selalu soal mengejar tempat wisata populer. Bagi sebagian wisatawan, mencicipi makanan dan jajanan khas justru menjadi bagian penting untuk mengenal suasana serta karakter suatu daerah.
Tren ini dikenal sebagai snackpacking, yakni kebiasaan menjadikan jajanan lokal sebagai bagian dari agenda perjalanan. Mulai dari pasar, toko kelontong hingga street food, ada beberapa hal yang membuat tren ini menarik untuk dicoba.
Tren snackpacking semakin menarik perhatian, terutama di kalangan wisatawan yang ingin merasakan pengalaman lebih dekat dengan kehidupan lokal. Berdasarkan American Express Global Travel Trends Report 2026 yang dikutip Euronews, sebanyak 89% responden dari kalangan Millennials dan Gen Z menilai penting untuk menikmati camilan lokal ketika bepergian ke luar negeri. Lantas, apa saja yang membuat tren ini menarik untuk dicoba?
1. Berburu Jajanan Lokal Jadi Agenda Liburan
Bagi pencinta kuliner, mencari jajanan khas bisa menjadi tujuan tersendiri ketika mengunjungi suatu daerah. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat tempat baru, tetapi juga ingin mengetahui seperti apa makanan yang biasa dinikmati masyarakat setempat.
Mulai dari jajanan pasar, makanan ringan khas daerah, hingga camilan yang hanya mudah ditemukan di wilayah tertentu, semuanya bisa menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Snackpacking juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mencoba rasa yang mungkin belum pernah ditemukan di tempat asal. Hal ini membuat agenda berburu makanan terasa seperti bagian dari eksplorasi destinasi.
2. Pasar hingga Street Food Jadi Destinasi Kuliner
Tren ini tidak terbatas pada supermarket. Masih dari survei Global Travel Trends Report 2026, 50% responden menyebut warung kelontong sebagai tempat utama untuk menemukan camilan lokal, 69% menuju ke tempat jajanan kaki lima (street food) dan 53% lainnya mengunjungi toko roti (bakery).
Fenomena tersebut turut didorong oleh kebiasaan Gen Z yang gemar membagikan pengalaman kuliner melalui media sosial (medsos). Suasana pasar yang unik, jajanan tradisional, hingga interaksi dengan para pedagang menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
3. Coba Camilan yang Tak Bisa Ditemukan di Rumah
Salah satu daya tarik utama snackpacking adalah kesempatan mencoba makanan yang belum tentu tersedia di daerah asal. Setiap daerah memiliki karakter kuliner masing-masing. Bahkan produk yang terlihat familiar bisa memiliki rasa, bahan, bentuk, atau cara penyajian yang berbeda ketika ditemukan di destinasi lain.
Karena itu, wisatawan bisa menjadikan camilan lokal sebagai bagian dari daftar kuliner yang ingin dicoba selama perjalanan. Tak jarang, makanan yang awalnya hanya dibeli sebagai oleh-oleh justru menjadi salah satu pengalaman yang paling diingat.
4. Jajanan Lokal Bikin Pengalaman Traveling Makin Berkesan
Di medsos, seperti TikTok atau Instagram, banyak pengguna yang melakukan sesuatu 'agar punya cerita di masa depan', atau mereka pergi ke negara asing secara impulsif dan hanya melihat ke mana hari itu membawa mereka.
Hal ini terutama berlaku untuk generasi muda. Sebanyak 82% dari Milenial dan Gen Z yang disurvei mengatakan mereka akan melakukan sesuatu yang tidak biasa saat bepergian jika itu menjadi cerita yang bagus.
Sebanyak 86% lainnya mengatakan pertemuan tak terduga dengan penduduk lokal atau orang baru meninggalkan kesan mendalam pada mereka. Termasuk di antaranya jajanan-jajanan lokal.





