Dua Pejabat Mundur, Isu Reshuffle Pemkot Jambi Kembali Menguat
Heri Prihartono August 20, 2026 06:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinamika perombakan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menjadi perhatian.

Isu reshuffle menguat setelah dua pejabat di Dinas Pendidikan Kota Jambi mengajukan pengunduran diri dari jabatan strukturalnya.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Jambi juga tengah menyiapkan penataan kembali sejumlah jabatan, menyusul adanya pejabat yang memasuki masa pensiun.

Wali Kota Jambi dr. Maulana mengatakan pengisian jabatan kosong memang menjadi bagian dari agenda penataan birokrasi di lingkungan Pemkot Jambi.

Hal itu disampaikan Maulana usai menghadiri pisah sambut Kapolresta Jambi di Aula Griya Mayang, Rabu (19/8/2026).

Menurut Maulana, dalam waktu mendatang terdapat cukup banyak jabatan yang harus diisi karena pejabat yang menduduki posisi tersebut memasuki masa pensiun.

"Yang kosong tentu akan diisi. Kita menghadapi enam eselon II yang pensiun dan 17 eselon III yang pensiun," kata Maulana.

Meski demikian, Pemkot Jambi tidak akan langsung menggelar pelantikan setiap kali terdapat jabatan yang kosong.

Maulana menyebut pengisian sejumlah jabatan tersebut akan dikonsolidasikan dalam satu agenda pelantikan yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun.

Untuk jabatan eselon III, pengisian posisi kosong akan mengutamakan pejabat dari internal Pemkot Jambi.

Pejabat yang memiliki rekam jejak, pengalaman, serta kompetensi yang sesuai akan menjadi pertimbangan dalam menentukan siapa yang akan dipercaya menempati posisi tersebut.

Sementara itu, pengisian jabatan eselon II akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka.

Hal ini sejalan dengan adanya sejumlah pejabat eselon II yang dijadwalkan memasuki masa pensiun pada Februari dan Maret mendatang.

"Ada asisten dan staf ahli, maka dilakukan seleksi terbuka bersamaan. Karena biaya lelangnya sama, mau satu, dua atau tiga," ujarnya.

Selain jabatan eselon II dan III, posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi juga disebut masuk dalam agenda penataan birokrasi Pemkot Jambi.

Delapan Kepala OPD Disorot
Di sisi lain, isu reshuffle juga semakin berkembang setelah muncul informasi mengenai evaluasi kinerja sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Informasi yang beredar menyebutkan terdapat delapan kepala OPD yang memperoleh penilaian kinerja di bawah standar.

Jumlah tersebut bertambah dibandingkan informasi sebelumnya yang menyebut terdapat lima kepala OPD dengan catatan serupa.

Evaluasi tersebut kemudian memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya rotasi, mutasi, bahkan demosi terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Jambi.

Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa saja kepala OPD yang akan terkena dampak dari evaluasi tersebut.

Dengan adanya sejumlah jabatan yang akan ditinggalkan karena pensiun, ditambah dua pejabat yang mengajukan pengunduran diri, penataan organisasi Pemkot Jambi diperkirakan akan menjadi salah satu agenda penting hingga akhir tahun.

Publik kini menunggu bagaimana langkah Wali Kota Jambi Maulana dalam menyusun kembali komposisi pejabat di lingkungan pemerintahannya, termasuk kemungkinan perubahan posisi kepala OPD yang dinilai belum memenuhi target kinerja.

Baca juga: Profil Sugiono yang Mundur dari Jabatan Kadis Pendidikan Kota Jambi, Kariernya Mentereng

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.