Kobaran Api dan Kabut Asap Tebal Kepung Kalimantan, 1.106 Hotspot Jadi Sorotan
Rita Lismini August 20, 2026 07:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menjadi sorotan setelah sejumlah video beredar di media sosial.

Salah satunya diunggah akun Threads @trensterid pada Rabu (19/8/2026).

Dalam unggahan tersebut, tampak beberapa rekaman yang memperlihatkan kondisi kebakaran dan kabut asap di sejumlah lokasi.

Salah satu video menunjukkan kobaran api yang cukup besar di kawasan hutan.

Sementara dalam video lainnya, seorang anak laki-laki masih mengenakan seragam sekolah sambil menggunakan masker.

Kabut asap juga terlihat menutupi jalan raya.

Asap yang cukup tebal membuat pemandangan di depan jalan tampak samar. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas.

Di tengah kepungan asap, warga disebut tetap harus menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut turut memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama akibat paparan asap dan buruknya kualitas udara.

1.106 Hotspot Disebut Terdeteksi di Kalimantan

Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan terdapat 1.106 hotspot atau titik panas yang terpantau di Kalimantan.

Jumlah itu disebut sebagai titik panas terbanyak di Kalimantan sepanjang tahun ini.

“Warga Kalimantan berisiko tinggi mengalami ISPA & gangguan kesehatan lainnya,” tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip TribunBengkulu.com, Kamis (20/8/2026).

Unggahan itu juga mengajak masyarakat ikut menyebarkan informasi mengenai kondisi karhutla yang terjadi.

“Pray for Kalimantan. Lekas pulih kembali Indonesia,” lanjut keterangan tersebut.

Perlu diketahui, hotspot merupakan titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit dan tidak otomatis berarti setiap titik merupakan lokasi kebakaran yang sudah terkonfirmasi.

BMKG Catat Ribuan Titik Panas

Ancaman karhutla sendiri masih menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca yang cenderung lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan data BMKG hingga 29 Juli 2026, tercatat 5.019 titik panas di Indonesia.

Sebaran titik panas tersebut banyak terpantau di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Barat, Papua Selatan dan Riau.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi kemarau karena cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang rentan.

Pada awal Agustus 2026, BMKG mencatat periode hari tanpa hujan semakin panjang di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan sekaligus ancaman karhutla.

Selain memantau titik panas, BMKG juga melakukan pemantauan terhadap sebaran kabut asap dan partikulat akibat karhutla untuk melihat potensi penyebaran asap ke wilayah lainnya.

Netizen Soroti Kondisi Kalimantan

Beredarnya video tersebut kemudian memicu beragam reaksi dari warganet.

Sejumlah netizen meminta pemerintah memiliki solusi konkret untuk mengatasi persoalan karhutla yang dinilai terus berulang setiap tahun.

“Harapannya pemerintah punya solusi konkret untuk masalah ini. Mengingat ini maslah setiap tahun pasti ada,” tulis seorang netizen.

Netizen lainnya mengaku prihatin melihat masyarakat yang harus menjalani aktivitas di tengah asap dan kebakaran hutan.

“Kashan jutaan masyrkt yg hidup disana, brdampingan dengan asap dan kebakaran hutan,” tulis netizen lainnya.

Ada pula warganet yang menyoroti kondisi Kalimantan dan meminta wilayah tersebut mendapat perhatian.

“KALIMANTAN JUGA INDONESIA,KAMI BUKAN ANAK TIRI !!!” tulis seorang netizen.

Sejumlah komentar lain bahkan mengkritik pemerintah dengan membandingkan kondisi bencana di sejumlah daerah dengan suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara.

“Kemaren 17an di istana PESTA PORA, JOGET JOGET..NIREMPATI...Kalimantan bencana, NTT bencana tapi Pemerintah Rezim ini tidak perduli !!” tulis akun tersebut.

Komentar bernada keras juga muncul dari warganet yang menyoroti kondisi masyarakat terdampak karhutla.

“Ya Allah kapan azabMu tiba utk mereka2 pejabat yg tersenyum manis bahkan terbahak2, meliuk2, menyerukan MERDEKA dengan baju rapinya tapi DZOLIM kepada kami yang juga WNI,” tulis seorang netizen.

Sementara itu, netizen lainnya menyoroti hak masyarakat untuk mendapatkan udara bersih dan lingkungan yang sehat.

“Turut prihatin dengan kondisi udara di Kalimantan saat ini. Hak atas udara bersih dan lingkungan yang sehat adalah bagian dari kemerdekaan yang harus dirasakan semua warga negara dan pemerintah yg harus bertanggung jawab,” tulis netizen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.