Hampir Setahun, Puluhan Siswa MI Ainur Rohman Probolinggo Jadikan Masjid Sebagai Ruang Kelas
Rendy Nicko Ramandha August 21, 2026 01:57 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PROBOLINGGO - Puluhan siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur harus rela bersekolah di luar kelas lantaran ruang kelas yang mengkhawatirkan.

Siswa-siswi di MI Ainur Rohman, Dusun Alaskembang, RT 007 RW 004 bahkan harus menggunakan masjid satu-satunya yang berada di desa setempat sebagai ruang kelas. Kondisi ini sudah berlangsung hampir satu tahun. 

Hal tersebut dilakukan dikarenakan ruang kelas yang biasa digunakan kondisinya sangat mengkhawatirkan karena kondisi bangunan sudah banyak lapuk termakan usia. Terlebih saat ini kondisi angin kencang khususnya di area pegunungan.

Salah seorang warga Desa Tambak Ukir, Abdul Kholiq mengatakan, para guru di MI Ainur Rohman memutuskan untuk menggunakan masjid sebagai tempat belajar untuk keselamatan puluhan siswa-siswinya.

Baca juga: 14 Tambang Diduga Ilegal Beroperasi di Pasuruan, Komisi III Ingatkan Urus Izin Dulu Sebelum Disidak

"Sudah hampir satu tahun menggunakan masjid Zainur Rahman untuk kegiatan belajar mengajar. Karena memang kondisi ruang kelas 1 dan 2 dan PAUD nya membahayakan kalau digunakan. Apalagi angin sekarang di sini sangat kencang," kata Kholiq, Kamis (20/8/2026).

Kondisi tersebut, lanjut Kholiq, sudah diketahui oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo dan bahkan sudah melakukan survei ke MI tersebut saat penanganan bencana alam longsor sebelumnya.

"Kemenag sudah tahu titiknya dimana dan kondisi sekolah gimana. Tapi pas penanganan longsor itu hanya sebatas survei saja tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut," ungkap Kholiq.

Para orang tua dan warga, menurut Kholiq, sangat berharap mendapat perhatian untuk penanganan gedung sekolah tersebut. Sebab, jika dipaksa ditempati bukan tidak mungkin akan ada korban jika ada kayu jatuh.

"Tidak tahu ada kendala apa sehingga sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya meskipun bukan sekolah negeri. Kasihan anak-anak kalau terus menggunakan masjid, bisa-bisa proses belajarnya tidak maksimal," pungkasnya.

(Ahsan Faradisi/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.