ITB Berikan Pendampingan Lanjutan untuk Warga Sekerak Aceh Tamiang, Kini Ada Akses Starling
Mursal Ismail August 21, 2026 02:03 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, KUALA SIMPANG - Tim Pengabdian Masyarakat DPMK Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan program Top Down - Tanggap Bencana Sumatera ke-2 di Hunian Sementara (Huntara) Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang.

Mereka fokus pada pemulihan kesehatan pascabencana berbasis digitalisasi. Kegiatan ini mengusung tema “Digitalisasi untuk Pemulihan Kesehatan Pasca-Bencana di Tamiang, Aceh.” Yang berlangsung, Kamis (20/8/2026).

Program ini menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan ITB bagi masyarakat terdampak banjir Sumatera, dengan penekanan pada penguatan akses layanan kesehatan, literasi digital, serta peningkatan kemandirian masyarakat melalui teknologi.

Kegiatan dipimpin oleh Prof Dr apt Ilma Nugrahani, M.Si bersama anggota tim Dr apt Tomi Hendrayana, MSi dan Dr apt Defri Rizaldi, MSi.

Pelaksanaan program turut melibatkan kolaborasi lintas institusi, yaitu Balmon Komdigi Medan dan Aceh, Puskesmas Kecamatan Sekerak, serta Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Dukungan juga diberikan oleh Pemerintah Desa Lubuk Sidup.

Baca juga: Penelusuran Bupati Armia Berbuah Hasil, KBRI Pastikan Dua Warga Aceh Tamiang di Penjara Madagaskar

Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun pendekatan pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah penyerahan dan pemasangan satu unit Starlink di kawasan Huntara Desa Lubuk Sidup.

Fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas internet masyarakat yang terdampak bencana.

Akses internet tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan, termasuk informasi kesehatan, komunikasi dengan tenaga medis, layanan telemedicine, serta akses pendidikan dan layanan publik lainnya.

Kehadiran infrastruktur digital ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di pengungsian sementara.

Selain penguatan infrastruktur, tim ITB juga memberikan edukasi pemanfaatan internet untuk kesehatan, yang mencakup materi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar), swamedikasi yang aman, serta pemanfaatan telemedicine.

Baca juga: Dijanjikan Kerja di Australia, Dua Warga Aceh Tamiang Justru Ditahan di Madagaskar

Edukasi ini menjadi penting mengingat keterbatasan akses layanan kesehatan di masa pascabencana sering mendorong masyarakat melakukan penanganan mandiri.

Dengan literasi digital yang tepat, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan kesehatan yang lebih aman dan tepat.

Perhatian khusus dalam kegiatan ini diberikan pada kesehatan ibu dan anak serta penguatan peran kader Posyandu.

Kader kesehatan diharapkan dapat menjadi penggerak layanan promotif dan preventif di tingkat komunitas, sekaligus memanfaatkan akses digital untuk mendukung koordinasi dan edukasi kesehatan di Huntara.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 60 anggota masyarakat dan kader Posyandu dari masyarakat Huntara Desa Lubuk Sidup.

Tingginya partisipasi menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi kesehatan, layanan digital, serta pendampingan pascabencana yang berkelanjutan.

Baca juga: Meski Sempat Terdampak Banjir, Tiga Pelajar SMP di Aceh Tamiang Lolos FLS3N Tingkat Nasional

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITB, Ilma Nugrahani, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap fasilitas internet sederhana yang diberikan tidak berhenti sebagai bantuan infrastruktur, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan akses dan pengetahuan masyarakat terhadap informasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai aktivitas produktif,” ujarnya.

ITB menegaskan bahwa pemulihan pascabencana perlu mengintegrasikan konektivitas digital, literasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Keberadaan Starlink di Huntara diharapkan tidak hanya mendukung layanan kesehatan, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi pendidikan, komunikasi, dan aktivitas sosial-ekonomi warga.

Melalui kolaborasi antara ITB, Komdigi, USU, Puskesmas Sekerak, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi model pemulihan pascabencana yang tidak hanya memulihkan kondisi awal, tetapi juga memperkuat ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat di masa depan. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.