BANJARMASINPOST.CO.ID- SEPEKAN terakhir, sebagian wilayah Kalimantan Selatan seperti Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga Kota Banjarmasin diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data BMKG pada Minggu (17/8/2026), kualitas udara secara umum berada pada kategori sedang dengan konsentrasi rata-rata sebesar 52.3 µgram/m3.
Konsentrasi tertinggi sebesar 232.90 µgram/m3 pada jam 07.00 Wita dengan kategori sangat tidak sehat.
Tidak hanya kualitas udara yang turun, tapi jarak pandang di sejumlah titik krusial seperti Landasan Ulin dan Liang Anggang anjlok hingga tersisa 5—10 meter saja, mengganggu kelancaran lalu lintas serta memicu keterlambatan sedikitnya 12 penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor pada Rabu (19/8/2026).
Kondisi udara yang memburuk ini juga dikhawatirkan mengancam kesehatan masyarakat dengan risiko memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), bahkan berpotensi berkembang menjadi pneumonia hingga gagal napas jika tidak ditangani dengan baik.
Merespons memburuknya kualitas udara, sektor pendidikan mengambil langkah pencegahan untuk melindungi para siswa. Dinas Pendidikan mengeluarkan imbauan agar jam masuk sekolah dimundurkan, seperti yang diterapkan SMPN 15 Banjarbaru dan SDIC Banjarbaru yang memulai kegiatan belajar mengajar pada pukul 09.00 Wita saat asap mulai menipis.
Selain pengunduran jadwal, opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga diberlakukan bagi sekolah-sekolah di wilayah yang terpapar kabut asap parah. Di Banjarmasin, instansi terkait seperti BPBD hingga Polsek Banjarmasin Tengah membagikan ratusan masker gratis di beberapa titik keramaian, termasuk di kawasan Kompleks Pelajar Mulawarman.
Upaya pencegahan mandiri menjadi modal utama bagi masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman asap karhutla.
Selanjutnya untuk menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal, pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup rapat serta dapat memanfaatkan alat pemurni udara (air purifier).
Selain itu, penguatan daya tahan tubuh perlu dilakukan dengan mengonsumsi air putih secara rutin guna membilas kotoran di tenggorokan serta memperbanyak asupan makanan bergizi. Apabila muncul gejala gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk persisten, atau iritasi mata, masyarakat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (*)