SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Harapan warga Sumatera Selatan untuk menghirup udara segar setelah sempat membaik sehari sebelumnya kembali terenggut.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan kembali menebal dan menyelimuti sejumlah wilayah, menyisakan udara pekat yang mengancam kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pemantauan data Indeks Kualitas Udara (AQI), sebanyak lima wilayah di Sumsel terlempar kembali ke zona merah kategori kualitas udara tidak sehat yang menuntut kewaspadaan ekstra.
Kota Palembang menjadi daerah dengan kondisi terburuk setelah mencatatkan angka AQI mencapai 168.
Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Talang Ubi, Kabupaten PALI, yang membuntut ketat di zona merah dengan indeks kualitas udara di angka 165.
Disusul kawasan Indralaya di Kabupaten Ogan Ilir yang mencatatkan AQI 164, menandai pekatnya paparan asap di koridor utama lalu lintas wilayah tersebut.
Sementara itu, dua wilayah perlintasan dan industri lainnya juga tak luput dari kepungan kabut asap.
Sungaigerong mencatatkan nilai AQI sebesar 154, sedangkan Kayuagung di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berada di angka 153. Keduanya resmi menyandang status udara tidak sehat.
Di luar lima daerah zona merah tersebut, ancaman asap juga membayangi wilayah lain.
Tiga daerah tercatat berada di zona oranye atau kategori sedang, yakni Prabumulih, Lahat, dan Sekayu. Adapun Muara Enim serta Muara Dua masih bertahan di zona kuning.
Kembali memburuknya kualitas udara ini menjadi sinyal waspada bagi pemerintah daerah dan tim satgas karhutla untuk memperketat mitigasi di lapangan, guna mencegah titik api terus meluas menjelang puncak musim kemarau.