Kebakaran Kalimantan Bertambah, Bupati Kotim Minta Warga Turun Bantu Padamkan, 'Jangan Hanya Nonton'
Talitha Daren August 21, 2026 12:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, meningkatkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul bertambahnya titik kebakaran dalam beberapa waktu terakhir.

Bupati Kotim Halikinnor meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung ke lapangan untuk membantu proses pemadaman.

Halikinnor mengatakan, perkembangan karhutla di wilayah Kotim semakin mengkhawatirkan. Bahkan, titik kebakaran di sekitar kawasan perkotaan disebut terus bertambah setiap hari.

"Kita lihat perkembangan karhutla ini semakin menjadi-jadi. Di sekitar kota saja sudah beberapa titik dan bertambah setiap hari. Pihak pemadam hampir kewalahan," ujar Halikinnor.

Untuk memperkuat penanganan, seluruh OPD diminta mengerahkan personel sekaligus membawa armada dan peralatan pendukung, termasuk mobil serta profil atau tandon penampung air.

Menurut Halikinnor, armada dari OPD akan difokuskan untuk menyuplai air kepada petugas pemadam kebakaran di lokasi.

Dengan pola tersebut, mobil pemadam dapat lebih fokus menyemprotkan air ke titik api, sementara kebutuhan pasokan air dibantu oleh kendaraan dari sejumlah OPD.

"Mulai hari ini kita kerahkan semaksimal mungkin. Harapan kita karhutla ini minimal bisa kita tanggulangi, khususnya daerah pertahanan," katanya.

Baca juga: Jadwal Mati Lampu Kalimantan Timur Hari Ini 20 Agustus 2026: Bontang dan Balikpapan Terdampak

Bupati Soroti Warga yang Hanya Menonton

Halikinnor juga menyoroti masih adanya masyarakat yang disebut hanya menyaksikan proses pemadaman tanpa ikut membantu.

Ia menegaskan, penanggulangan karhutla bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.

Menurutnya, masyarakat dan dunia usaha juga memiliki peran penting dalam mencegah serta menangani kebakaran karena dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Banyak laporan, bahkan masyarakat ada yang cuma menonton, seolah-olah pemadaman itu tanggung jawab pemerintah. Tidak seperti itu," tegasnya.

Halikinnor mengingatkan, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan. Asap akibat kebakaran dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta berdampak terhadap pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi.

"Akibatnya tidak hanya satu-dua orang menerima, tapi semuanya. Masalah kesehatan, pendidikan, transportasi, ekonomi pasti akan terhambat dan terganggu semua," ujarnya.

PANTAUAN - Bupati Kotim, Halikinnor saat memantau langsung kebakaran hutan dan lahan yang ada di Km 7 Jalan Jenderan Sudirman Sampit, Rabu (19/8/2026) (Tribun Trends/Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra)

Ajak Masyarakat hingga TNI-Polri Bergotong Royong

Untuk mengatasi karhutla, Pemkab Kotim mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha dan aparat keamanan untuk bersama-sama melakukan pemadaman.

Halikinnor meminta masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan berkolaborasi dengan petugas, termasuk TNI dan Polri yang turut berjibaku memadamkan api.

"Sebagaimana moto kita, habaring hurung, bergotong royong, kolaborasi, bersinergi dengan aparat keamanan TNI-Polri yang juga berjibaku setiap hari, setiap malam untuk memadamkan api," katanya.

Ia optimistis kebakaran dapat dikendalikan apabila seluruh pihak bekerja sama.

"Seberat apa pun, sebesar apa pun api itu kalau kita bersama-sama memadamkannya, insyaallah akan bisa kita atasi," ujar Halikinnor.

Tandon Air Pemadam Tak Harus Berisi Air Bersih

Selain pengerahan armada, Pemkab Kotim juga mengatur pemanfaatan tandon atau profil penampung air untuk mendukung proses pemadaman.

Halikinnor menjelaskan, tandon yang digunakan khusus untuk pemadaman tidak harus diisi air bersih.

Air untuk pemadaman dapat diambil dari sumber seperti sumur maupun parit.

Sementara itu, tandon yang digunakan untuk distribusi air bersih tetap dipisahkan dan harus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

"Kalau profil untuk pemadaman tidak harus bersih karena mungkin air dari sumur, air parit atau semacam itu," jelasnya.

Dengan tambahan armada dan pasokan air dari seluruh OPD, Pemkab Kotim berharap penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang masih dapat dijangkau petugas, dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

(TribunTrends.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.