TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kenaikan harga chipset yang digunakan pada perangkat iPhone berdampak pada penurunan penjualan unit iPhone di beberapa store.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar disinyalir turut berpengaruh menaikkan biaya masuk dan distribusi perangkat ke Indonesia.
Selain itu teknologi chipset generasi baru yang menggunakan teknologi fabrikasi sangat kecil membutuhkan biaya riset dan produksi jauh lebih mahal.
Salah satu yang merasakan imbas dari kenaikan perangkat chipset tersebut terjadi di store iPS13 yang berada di Jalan Kaliurang, Yogyakarta.
“Berpengaruh banget karena untuk kenaikan chipset iPhone, tiga bulan penjualan turun, karena orang mulai berpikir, ah mungkin nanti turun harga karena mendekati rilis iPhone 18,” kata Wahyu Novitasari, Direktur iPS13, Jumat (21/8/2026).
Dia menyampaikan penurunan penjualan unit itu dirasakan dihampir seluruh jenis iPhone.
Saat ini penjualan menurutnya sudah stabil lantaran masyarakat sudah mulai menemukan kepastian terkait fluktuasi harga perangkat yang satu ini.
“Penurunan penjualan enggak sampai 50 persen penurunannya, tetapi 20 persen ada. Tapi sekarang sudah mulai stabil, karena yang kemarin nunggu untuk turun harga akhirnya bisa beli,” imbuh Novitasari.
Padahal dia melihat pangsa pasar pengguna iPhone di Yogyakarta cukup besar lantaran banyaknya mahasiswa dan pelajar.
Untuk menyiasati situasi ekonomi saat ini, pihaknya menawarkan ponsel dan macbook iPhone mulai dari brand new box hingga bekas.
“Bisa tukar tambah juga, karena banyak mahasiswa, ya, makanya kami sediakan tipe iPhone sesuai budget, iPhone secound harga tiga jutaan. Jadi gak cuman yang berduit saja, mahasiswa dan pelajar juga bisa belanja,” terang dia.
Pihaknya juga telah menyediakan beragam promo selama tiga hari mulai 21-23 Agustus 2026.
Mereka juga menawarkan garansi untuk iPhone brand new box selama dua tahun khusus human error.
Serta garansi satu bulan dan tukar unit untuk iPhone bekas yang bermasalah karena human error. (hda)