BANJARMASINPOST.CO.ID, BALANGAN - Nama Ardiansyah mungkin masih asing di telinga sebagian orang. Namun jika disebut nama panggungnya, Ardiners, atau pemilik akun tiktok @ardiners1, warganet di Kabupaten Balangan dan sekitarnya kebanyakan langsung mengenalnya.
Mahasiswa aktif Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai ini dikenal luas sebagai salah satu konten kreator asal Balangan yang konsisten menghibur warganet sejak tahun 2018.
Perjalanan Ardiners di dunia konten kreator berawal dari hal sederhana, iseng mengisi waktu luang. Ia sama sekali tak menyangka video yang ia unggah justru viral di media sosial.
Konten lipsing dengan balutan akting lucu menjadi ciri khasnya, dan sejak saat itu Ardiners mulai dikenal luas oleh berbagai kalangan warganet.
Nama Ardiners mulai mencuat pada 2018, ketika ia meraih penghargaan TikTok dalam kategori Idola Komedi berkat bakat aktingnya yang mampu menarik perhatian warganet. Ia juga pernah mendapat penghargaan Silver Play Button dari Youtube.
Popularitasnya kemudian melejit lebih jauh lewat konten bertema "rumah pohon" yang menjadi viral dan hingga kini masih menjadi konten favorit para pengikutnya. Konten tersebut memperlihatkan pohon nangka yang tumbuh dan dipertahankan di dalam rumahnya.
Keunikan dan kelucuan konten-kontennya membuat Ardiners memiliki basis penggemar yang loyal. Bahkan, ia mendapat julukan khusus dari para penggemarnya yakni “Duta Pohon Nangka”.
Baca juga: Polisi Bekuk Dua Pembakar Lahan di Amparaya HSS, Amankan Barang Bukti Pematik Api dan Dahan Kering
Julukan ini muncul karena penggemarnya kerap menyapanya dengan candaan seputar pohon nangka setiap kali bertemu di tempat umum, seperti "Kak Ardiners, pohon nangka di rumah masih berbuah gak?" hingga "Kak Ardiners, minta buah nangkanya dong". Bagi Ardiners, sapaan-sapaan semacam itu justru menjadi bukti bahwa kontennya berhasil melekat di ingatan warganet.
Kini, fokus konten Ardiners bergeser ke tema keseharian dan kata-kata lucu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia menyadari betul bahwa dunia konten kreator kini jauh lebih kompetitif dibanding saat ia memulai.
"Saya menyadari bahwa semakin banyak orang terjun ke dunia kreator, persaingan pun semakin ketat. Karena itu, seorang kreator dituntut untuk mampu membuat konten yang berbeda, unik, dan memiliki ciri khas tersendiri," ujar Ardiners, Selasa (18/8)
Kendati demikian, konten bertema rumah pohon yang menjadi ciri khasnya sejak awal tetap konsisten mendapat sambutan positif. Konten tersebut bahkan menjadi salah satu yang paling dinanti para pengikutnya, sejalan dengan jumlah followers yang terus bertambah setiap harinya.
Bagi Ardiners, menjadi konten kreator bukan sekadar rutinitas mengunggah video, melainkan juga peluang yang membawa dampak nyata bagi kehidupannya.
Penghasilan yang ia peroleh dari aktivitas berkonten turut membantu perekonomian keluarganya.
Ada satu hal yang paling ia syukuri, hasil dari berkonten memungkinkannya membiayai kuliah secara mandiri.
"Hal yang paling saya syukuri, hasil dari membuat konten juga membantu saya membiayai kuliah dengan biaya sendiri. Ini menjadi salah satu motivasi terbesar bagi saya untuk terus berkarya dan mengembangkan diri sebagai seorang kreator," katanya.
Ardiners meyakini, sesuatu yang bermula dari keisengan bisa berubah menjadi peluang besar apabila ditekuni dengan konsistensi dan kreativitas. Prinsip itulah yang terus ia pegang untuk melahirkan konten-konten baru yang menghibur dan memberi warna tersendiri bagi para pengikutnya di media sosial. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)