Di Tengah Ancaman Gempa Susulan, Nakes RSUD Aeramo Berjuang Selamatkan Ibu dan Bayi
Gordy Donovan August 22, 2026 09:47 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Suasana di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026), terasa berbeda. 

Di tengah aktivitas pelayanan medis yang harus terus berjalan, bayang-bayang gempa susulan membuat keluarga pasien dan tenaga kesehatan diliputi kecemasan.

Di salah satu tenda darurat rumah sakit, seorang ibu hamil tengah menjalani operasi caesar. 

Di luar ruang operasi, keluarga hanya bisa menunggu sambil memanjatkan harapan agar bumi tetap tenang hingga seluruh proses persalinan selesai.

Baca juga: Hari Ini Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Penyitas Gempa Flores di Nagekeo NTT

Pasien Takut

Reneldis Tai, ibu angkat pasien, mengaku ketakutan setiap kali membayangkan kemungkinan gempa susulan terjadi ketika operasi sedang berlangsung.

"Kami hanya takut gempa susulan saja yang terjadi tiba-tiba begitu. Kami takut juga," ujar Reneldis saat ditemui di RSUD Aeramo, Jumat (21/8/2026) 

Perempuan berusia 52 tahun asal Desa Mulakoli, Kecamatan Boawae, Nagekeo, itu menuturkan pasien sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Penginanga. 

Karena membutuhkan tindakan lebih lanjut, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Aeramo untuk menjalani operasi caesar.

Selama ini, pasien diketahui bekerja sebagai karyawan sebuah dealer motor di Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo.

Kecemasan serupa dirasakan Desi Upa (25), salah satu anggota keluarga pasien. 

Bagi keluarga, operasi tersebut bukan sekadar tindakan medis biasa. Ini merupakan momen penting karena pasien menjalani operasi caesar untuk melahirkan anak pertamanya.

Baca juga: Gempita Lahir Preamatur di RSUD Aeramo Nagekeo saat Gempa Flores, Ayah: Terima Kasih Dokter Yona

Pasien telah masuk ke RSUD Aeramo sejak Kamis (20/8/2026). 

Setelah mendapatkan penanganan medis, operasi akhirnya dilakukan sekitar pukul 09.00 Wita pada Jumat.

Namun, di tengah kebahagiaan menanti kelahiran seorang bayi, keluarga harus berhadapan dengan ketakutan lain yaitu ancaman gempa susulan.

"Harapannya jangan ada gempa susulan sampai proses operasinya selesai," kata Desi dengan wajah cemas.

Harapan itu menggambarkan suasana yang dirasakan banyak orang di RSUD Aeramo. 

Para tenaga kesehatan harus tetap menjalankan tugas di tengah kondisi yang belum sepenuhnya aman akibat gempa.

Kepala Ruangan Perinatal NICU/NHCU RSUD Aeramo, Maria Imaculata Kurniawati, mengatakan sejak kejadian gempa bumi, rumah sakit telah melakukan operasi caesar terhadap dua pasien.

Sementara itu, jumlah bayi yang telah dilahirkan sejak kejadian gempa mencapai enam orang.

Dalam proses persalinan, sebagian bayi mengalami gangguan pernapasan sehingga membutuhkan penanganan medis.

"Ada dua pasien yang operasi caesar sejak hari pertama kejadian," pungkas Maria. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.