Kursi Gelap FK Unsoed Dijual Rp 650 Juta, Berapa Uang Gedung Resmi?
GH News August 22, 2026 11:07 AM
Jakarta -

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, diduga telah menyiapkan 75 kursi bagi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) yang orang tuanya menyetor sejumlah uang untuk mendapatkan kesempatan masuk melalui jalur seleksi mandiri.

Hal tersebut disampaikan Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026) malam.

Taufik menjelaskan, dari sekitar 245 kuota mahasiswa jalur mandiri, sebagian kursi telah dipersiapkan secara khusus untuk calon mahasiswa yang membayar sejumlah uang.

"Dari sekitar kuota 245 mahasiswa untuk jalur mandiri itu, sudah disetting oleh tersangka ini sebanyak 73 mahasiswa yang nanti akan dikelola untuk bisa di kuota untuk yang dimintakan sejumlah uang," kata Taufik seperti dikutip dari detikNews.

Menurut Taufik, informasi mengenai pembagian kuota tersebut ditemukan penyidik dalam sejumlah dokumen yang diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT).

"Jadi ada itung-itungannya yang kami sebutkan, yang kami temukan di dokumen-dokumen. Nanti itu tentunya akan didalami lebih lanjut seperti apa itung-itungannya tadi," ujarnya.

Calon Mahasiswa Diminta Rp 650 Juta

Taufik juga mengungkap dugaan adanya permintaan uang kepada setiap calon mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Pada Agustus 2026, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Norman Arie Prayogo disebut memerintahkan dua pihak swasta yang kini juga menjadi tersangka, yakni Dian Mulia Wardhana (DMW) dan Adhi Wiharto (AW), untuk mematok harga Rp 650 juta kepada setiap calon mahasiswa baru yang mengincar kursi FK Unsoed pada jalur seleksi mandiri 2026.

"Keduanya selaku pihak swasta, diduga meminta uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp650 juta," ujar Taufik.

Namun, pembayaran tersebut ternyata tidak menjamin calon mahasiswa dinyatakan lolos seleksi mandiri. Sejumlah calon mahasiswa tetap tidak diterima meski orang tua mereka telah menyerahkan uang.

Kondisi tersebut membuat orang tua calon mahasiswa meminta uang yang telah dibayarkan agar dikembalikan. Namun permintaan para orang tua ini tidak dapat dipenuhi lantaran uang pemerasan itu telah digunakan oleh kedua perantara, Dian dan Adhi untuk keperluan pribadi mereka.

Berapa Harga Resmi Masuk FK Unsoed?

Pimpinan Unsoed "menjual" kuota FK hingga Rp 650 juta per kursi. Nilai ini lebih dari 2 kali lipat dibandingkan tarif resmi yang telah ditetapkan dalam Keputusan Rektor Unsoed Nomor 2616/UN23/TM.01.02/2026 yang diteken Akhmad Sodiq.

Menurut surat yang berisi daftar tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) itu, besaran IPI atau uang gedung dibagi menjadi 4 golongan.

Tarif IPI yang tertinggi dikenakan bagi calon mahasiswa yang mendaftar Prodi Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi. Untuk kedua prodi ini, uang gedung termurah atau golongan I mencapai Rp 100 juta.

Untuk Pendidikan Dokter golongan II sebesar Rp 200 juta, golongan III Rp 240 juta, dan golongan IV atau yang tertinggi mencapai Rp 260 juta. Adapun Prodi Kedokteran Gigi hanya berbeda di golongan III sebesar Rp 225 juta.

Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.