Soroti Wacana Tes Urine di Sekolah, Aten Munajat: Fokuskan pada Rehabilitasi dan Perlindungan Anak
Siti Fatimah August 22, 2026 03:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mewacanakan tes urine bagi seluruh siswa SMA dan SMK di Jawa Barat untuk mendeteksi dini penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Rencana ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Aten Munajat.

Aten Munajat, menilai wacana pelaksanaan tes urine di sekolah efektif untuk mencegah dan mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan agenda ini tidak boleh semata-mata menjadi instrumen untuk menghukum atau mempermalukan siswa.

Aten menyampaikan bahwa sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan suportif bagi tumbuh kembang anak.

"Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan wajib mengedepankan perlindungan anak, pembinaan, edukasi, serta rehabilitasi," katanya.

Menurut Aten, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan.

Pelaksanaan teknis harus melibatkan pihak sekolah, orang tua wali murid, Dinas Pendidikan, Badan Narkotika Nasional (BNN), tenaga kesehatan, serta elemen terkait lainnya.

Hasil pemeriksaan medis juga harus bersifat rahasia dan tidak boleh disebarluaskan demi menjaga psikologis serta masa depan siswa.

Jika ditemukan hasil positif, pihak sekolah wajib melakukan tes lanjutan (konfirmasi) untuk menghindari kesalahan diagnosis sebelum mengambil tindakan.

Aten juga menggarisbawahi bahwa temuan kasus positif tidak boleh langsung berujung pada sanksi drop-out (DO) atau pengusiran siswa dari sekolah.

"Pendekatannya harus bersifat membina. Siswa yang terindikasi menggunakan narkoba memerlukan pendampingan psikologis dan program rehabilitasi medis, bukan sekadar hukuman yang justru memutus hak pendidikan mereka," ujar Aten.

Ia juga menambahkan bahwa tes urine ini harus diimbangi dengan penguatan edukasi mengenai bahaya laten narkotika.

Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi kegiatan pemeriksaan berkala, tetapi menjelma sebagai gerakan preventif yang membangun kesadaran kolektif di lingkungan pendidikan Jawa Barat. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.