PSMS Medan Kalah Uji Coba Lawan Barito, Eko Purdjianto Butuh Sosok Striker Asing, Finishing Lemah
Ilham Fazrir Harahap August 22, 2026 03:11 PM

 

TRIBUN-MEDAN.com – Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto tak menapik masih membutuhkan satu sosok striker asing untuk melengkapi skuatnya terkhusus sektor lini depan.

Kebutuhan striker asing dirasanya penting lantaran saat beruji coba melawan Barito Putera, penyelesaian akhir lemah.

PSMS Medan mengawali rangkaian uji coba pramusim dengan hasil kurang memuaskan takluk 1-3 dari Barito Putera di Lapangan Desa Sumbung Songgo Langit, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026).

Satu-satunya gol PSMS Medan dicetak pemain asing Phillerson melalui eksekusi penalti.

Baca juga: Perwira Polisi Aniaya Kasat Lantas Gegara Tak Terima Anaknya Ditilang Balap Liar Kini Dicopot

Meski berakhir dengan kekalahan, pelatih kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, menilai pertandingan ini memberikan gambaran cukup jelas mengenai kondisi tim, terutama terkait penyelesaian akhir dan konsistensi pertahanan.

Menurut Eko, secara permainan PSMS sebenarnya mampu menjalankan instruksi taktikal yang telah disiapkan. Bahkan, Ayam Kinantan disebut tampil dominan terutama pada babak pertama.

Namun, dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Sejumlah peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan justru berakhir tanpa hasil.

“Ini kan masih bagian dari pramusim, jadi kita tahu kekurangan kita. Kemarin lawan Barito dari segi permainan sesuai dengan taktikal pelatih. Pemain sangat bisa menerapkan permainan,” kata Eko kepada Tribun Medan melalui seluler.

“Tapi banyak peluang seharusnya terjadi gol. Jadi proses finishing kita yang kurang karena memang kemarin kita sangat dominan sekali di babak pertama,” sambungnya.

Baca juga: Detik-detik Polisi Tabrak Mobil Pengangkut 93 Kg Ganja dari Aceh, Rencana Diedarkan ke Tembung

Mantan pelatih Persis Solo itu mengatakan, persoalan finishing menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar PSMS.

Dominasi penguasaan permainan tanpa efektivitas di depan gawang menjadi catatan yang cukup mengkhawatirkan mengingat kompetisi sudah semakin dekat.

Eko juga tak memungkiri, PSMS Medan masih membutuhkan tambahan striker asing untuk meningkatkan ketajaman dan daya gedor tim di lini depan.

Mengingat, saat ini PSMS Medan masih memiliki satu slot pemain asing yang belum terisi, setelah sebelumnya mengumumkan Phillerson dan Angelo Meneses sebagai dua pemain asing untuk menghadapi kompetisi Championship 2026/2027.

“Kita memang masih kekurangan striker asing. Karena beberapa kali kemarin gagal di finishing. Kemarin kalau kita bisa cetak gol, kita menang banyak. Karena kita dominan sekali,” ujarnya.

Lini Pertahanan Jadi Sorotan Juga

Selain penyelesaian akhir, lini pertahanan juga masih menjadi perhatian. Gol pertama Barito Putera, menurut Eko, berawal dari transisi yang kurang baik ketika PSMS kehilangan bola dan beralih dari menyerang ke bertahan.

Kesalahan tersebut kemudian berujung pelanggaran di kotak penalti yang memberikan keuntungan bagi Barito Putera.

Kemudian pada babak kedua, PSMS berusaha meningkatkan tekanan. Namun, beberapa gol tambahan Barito justru lahir dari kesalahan yang dilakukan pemain PSMS sendiri.

Kondisi tersebut, kata Eko, menunjukkan bahwa persoalan Ayam Kinantan bukan hanya mengenai produktivitas di lini depan, tetapi juga bagaimana pemain mampu menjaga konsentrasi dan disiplin ketika menghadapi situasi transisi.

“Basicly satu lawan satu pemain, terutama dalam bertahan, akan kita benahi di uji coba ini,” jelas Eko.

Eko menyebut Barito Putera lebih banyak menerapkan pola bertahan dan mengandalkan serangan balik. Situasi tersebut menjadi simulasi yang penting bagi PSMS karena tim kemungkinan akan menghadapi lawan dengan karakter permainan serupa di kompetisi resmi.

“Kita bermain dominan, tapi lawan bermain defend counter. Makanya nanti kita antisipasi dan perbaiki ke depannya,” katanya.

Eko Masih Cari Kerangka Tim Utama

Di sisi lain, rangkaian uji coba juga dimanfaatkan Eko untuk mencari komposisi terbaik. Rotasi pemain akan terus dilakukan karena tim pelatih masih membutuhkan gambaran mengenai kerangka starting eleven yang akan digunakan saat kompetisi.

Namun, waktu PSMS untuk terus bereksperimen juga semakin terbatas. Setelah uji coba perdana melawan Barito Putera, Ayam Kinantan dijadwalkan menghadapi Kendal Tornado FC pada Senin (24/8/2026).

Tiga hari berselang, PSMS kembali menjalani pertandingan uji coba dengan menghadapi Persis Solo pada Kamis (27/8/2026).

Dua laga tersebut akan menjadi kesempatan bagi Eko untuk memperbaiki kelemahan yang terlihat saat menghadapi Barito, sekaligus mempercepat pembentukan kerangka tim.

Apalagi, PSMS masih menantikan bergabungnya pemain asing tambahan, khususnya striker yang diharapkan mampu menjawab persoalan ketajaman di lini depan.

“Kita berharap pemain asing ini segera bergabung. Karena kompetisi sebentar lagi,” tutur Eko.

Pelatih berusia 54 tahun itu menegaskan, hasil pertandingan pramusim bukan semata-mata menjadi ukuran akhir kekuatan tim. Namun, setiap laga harus dimanfaatkan untuk menemukan komposisi yang paling solid sebelum kompetisi dimulai.

“Kita mau mencari kerangka tim, tapi kita tidak boleh berlama-lama,” katanya.

Eko berharap setelah menjalani beberapa pertandingan uji coba, PSMS sudah memiliki kerangka tim yang lebih solid, baik dari sisi permainan, pertahanan maupun efektivitas serangan.

“Performa kita sesuai yang diharapkan. Ini akan menjadi evaluasi untuk mempunyai tim kuat, tim solid, kerangka tim dalam bagian pematangan tim sehingga sesuai gameplay yang akan kita terapkan di kompetisi nanti,” pungkasnya.

(Cr29/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.