TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana lobi Kantor Wilayah Pegadaian Suluttenggo Malut Papua pada Sabtu 22 Agustus 2026 pagi lain dari biasanya.
Meski hari libur, lobi kantor yang berada di Jalan Dr Soetomo, Pinaesaan, Manado itu ramai.
Puluhan ibu hamil tampak di situ. Mereka duduk tenang menanti giliran dipanggil.
Sebanyak 30 ibu hamil mendapatkan kesempatan memeriksakan kehamilannya secara gratis.
Momen ini adalah pemeriksaan gratis bagi ibu hamil dengan usia kehamilan 2-6 bulan bertajuk Merdeka Stunting.
Satu di antara peserta adalah Feyne Pongilatan (37), warga Ranotana Weru lingkungan I, Kecamatan Wanea.
Senyum terpancar di wajahnya usai pemeriksaan. Ia berterima kasih karena bisa memeriksakan kehamilan, konseling serta dapat vitamin gratis.
"Saya senang sekaligus terkejut karena menurut dokter usia kehamilan seharusnya enam bulan, nanti diperiksa lanjut," kata Feyne yang datang bersama anak kedua.
Program ini merupakan kolaborasi PT Pegadaian (Persero) dengan Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI).
Pemimpin Pegadaian Suluttenggo Malut Papua, Maksum mengatakan, Merdeka Stunting digelar di 36 titik di Indonesia. Target pesertanya, 1080 ibu hamil.
Di Kanwil Pegadaian V sendiri, Merdeka Stunting digelar di enam kota, Manado, Gorontalo, Palu, Ternate, Jayapura dan Sorong.
"Khusus di wilayah kami total ada 180 ibu hamil yang mendapatkan pemeriksaan," ujar Maksum.
Ia menjelaskan, Merdeka Stunting sebagai bentuk tanggung jawab sosial Pegadaian dalam rangka mencegah kekurangan gizi kronis pada bayi.
Pemeriksaan untuk memastikan ibu dan bayi sehat, tidak kurang gizi. "Tujuan dari kolaborasi bersama POGI ini, ibu hamil bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan, konseling kehamilan sekaligus suplemen," kata Maksum lagi.
Lebih jauh, kata Maksum, aksi ini tujuan akhirnya bagaimana bisa menghasilkan generasi emas Indonesia yang unggul di masa depan.
Sejalan dengan itu, ibu-ibu hamil mendapatkan edukasi literasi keuangan manfaat investasi emas.
Dijelaskan, emas yang sangat lindung nilai dan bebas inflasi sangat tepat dijadikan investasi untuk kebutuhan finansial di masa depan. Termasuk bisa jadi investasi untuk kebutuhan hidup, pendidikan anak di masa depan.
Ketua POGI Sulawesi Utara, dr Bismarck Joel Laihad SpOG(K) menjelaskan, ibu hamil menjalani pemeriksaan kehamilan (ANC) dan USG Pegadabas Stunting.
"Selain itu, kita berikan edukasi kehamilan, konseling parenting serta diberikan suplemen khusus ibu hamil," katanya.
Ia menegaskan, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Bahkan idealnya sejak masa pra nikah. "Terlebih di usia 1000 hari pertama kehidupan," katanya.
Prinsip utama cegah stunting, kata Dokter Bismarck ialah ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Baik untuk kebutuhan si ibu maupun bayinya.
"Dalam banyak kasus, stunting terjadi karena faktor kurang gizi. Ada faktor genetik tapi sangat kecil," katanya lagi.
Menurutnya, jika dalam peneriksaan ada indikasi stunting atau pertumbuhan janin tidak normal, pihaknya akan menindaklanjuti dengan pendampingan khusus. (ndo)