Angin Kencang Persulit Pemadaman Kebakaran Lahan Gambut di Way Kambas Lampung Timur
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 23, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Timur – Cuaca ekstrem dan embusan angin kencang mempercepat penyebaran titik api dalam peristiwa kebakaran hutan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Sabtu (22/8/2026). 

Baca juga: Walhi Lampung Soroti Kebakaran Berulang di Taman Nasional Way Kambas

Api yang mulanya berada di kawasan Jati 3 merambet cepat hingga ke Rawa Mbah Sapon.

Kapolres Lampung Timur, AKBP Yuliansyah, menjelaskan bahwa peralatan manual seperti gepyok dan tangki semprot Alpha kini dioptimalkan sambil menunggu mobilisasi peralatan mesin Alkon ke titik terdekat.

"Kondisi angin kencang dan kobaran api yang tinggi menjadi tantangan utama. Karena kendaraan tidak bisa masuk, kami mengupayakan pergeseran mesin pemadam portable (Alkon) ke lokasi untuk memaksimalkan penanganan," ungkap AKBP Yuliansyah.

"Saat ini personel tetap disiagakan penuh di sekitar perbatasan Braja Selebah guna mengantisipasi arah angin yang sewaktu-waktu dapat memperluas kebakaran," ujarnya.

673 Hektare Lahan Hangus

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur. Hingga Sabtu (22/8/2026) sore, kobaran api diperkirakan telah melahap ratusan hektare vegetasi semak dan ilalang. 

Kapolres Lampung Timur, AKBP Yuliansyah, mengungkapkan bahwa luasan lahan yang hangus terbakar mencapai 673,4 hektare.

Menurut dia, personel gabungan dari Polri, TNI, Polhut, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih berjibaku menembus titik api di areal Resort Kuala Penet dan kawasan Joaran Muklas.

"Petugas di lapangan menghadapi kendala yang cukup berat. Titik api hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar satu jam perjalanan dan sama sekali tidak ada sumber air di lokasi," ujar AKBP Yuliansyah.

Ia menambahkan, embusan angin kencang serta vegetasi ilalang yang mengering akibat cuaca panas membuat kobaran api cepat merambat dari posisi awal di area Jati 3 menuju Rawa Mbah Sapon. 

"Petugas di lapangan saat ini mengandalkan alat manual seperti tangki semprot dan gepyok kayu sembari menyiapkan mesin pompa air (Alkon) untuk penanganan lanjutan," kata dia.

Pemadaman Menghadapi Kendala

Kebakaran lahan hutan melanda kawasan Resort Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, sejak Jumat (21/8/2026) siang. Tim gabungan berjuang memadamkan kobaran api yang melalap wilayah itu hingga Sabtu (22/8/2026). 

Proses pemadaman menghadapi kendala lantaran lokasi kebakaran berada di kawasan lahan gambut dengan akses medan yang cukup berat. 

Selain itu, minimnya sumber air yang dekat dengan titik api memaksa petugas berjalan kaki menembus medan ekstrem untuk menjangkau lokasi.

Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran pada lahan gambut membutuhkan intensitas dan kehati-hatian ekstra agar api tidak menjalar ke bawah permukaan tanah.

"TNWK bersama para pihak terus berupaya maksimal melakukan pemadaman. Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan," ujar Zaidi melalui siaran pers.

Dalam upaya pengendalian kebakaran ini, pihak balai bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Pemkab Lampung Timur, TNI, POLRI, mitra kerja, serta masyarakat setempat.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, tim terus bersiaga melakukan pemantauan pergerakan titik api agar tidak menyebar ke area yang lebih luas. 

Pihak balai juga akan memperketat pengamanan dan mempertinggi intensitas patroli kawasan, terutama pada wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Di samping fokus pada penanganan kebakaran, pengamanan terpadu ini sekaligus diarahkan untuk mengantisipasi ancaman kejahatan hutan lainnya, seperti perburuan satwa liar, pembalakan liar, dan perambahan kawasan. 

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat di lapangan, mempertegas bahwa kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Way Kambas," ujarnya.

(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.