UEFA dan Concacaf bersiap melakukan perubahan besar pada Nations League, dengan kompetisi gabungan ditargetkan mulai bergulir pada 2028.
Peta sepak bola internasional tengah bersiap menghadapi perubahan besar setelah UEFA dan Concacaf memasuki pembicaraan resmi mengenai kemungkinan penggabungan kompetisi Nations League milik masing-masing. Proyek ambisius ini, yang bisa dimulai paling cepat pada 2028, bertujuan mempertemukan kekuatan terbaik Eropa dengan tim-tim elite Amerika Utara dan Amerika Tengah dalam format berjenjang yang diperbarui.
Era baru bagi sepak bola internasional
Dalam langkah yang berpotensi menjadi salah satu perubahan struktural paling signifikan dalam sepak bola internasional dalam beberapa waktu terakhir, UEFA dan Concacaf sedang mengkaji peluang membentuk kompetisi Nations League gabungan. Menurut ESPN, kedua konfederasi kini berada dalam dialog aktif untuk mengintegrasikan turnamen liga andalan mereka, dengan target waktu peluncuran pada musim gugur 2028.
Usulan penggabungan ini muncul di tengah latar ketegangan politik di dalam sepak bola global. Meski ESPN mencatat bahwa pembicaraan soal Nations League ini bukan dampak langsung dari krisis yang saat ini melanda FIFA, kedekatan antara UEFA dan Concacaf memang semakin menguat. Pembicaraan ini terjadi setelah kegagalan FIFA menjual 20% saham Piala Dunia kepada investor luar, sebuah langkah yang memicu dorongan untuk menyingkirkan presiden Gianni Infantino, dengan kedua konfederasi berdiri tegas menentang kepemimpinan dan pengelolaannya atas badan sepak bola dunia tersebut.
Mengatasi dilema laga persahabatan
Bagi kekuatan utama Concacaf seperti Amerika Serikat dan Meksiko, dorongan utama di balik kemitraan ini adalah meningkatkan kualitas persaingan. Sebelum Nations League dibentuk, kedua negara itu secara rutin menjadwalkan laga persahabatan bergengsi melawan raksasa-raksasa Eropa pada jeda internasional. Namun, setelah tanggal-tanggal tersebut kini diisi oleh pertandingan UEFA Nations League, dua raksasa Amerika Utara itu terpaksa mencari lawan level atas dari tempat lain.
Kendala penjadwalan ini terlihat jelas pada jeda internasional mendatang. Amerika Serikat, misalnya, akan menjalani empat pertandingan sepanjang September dan Oktober, menghadapi Peru dan Cile sebelum berjumpa rival kawasan Meksiko dan Kanada. Meski pertandingan-pertandingan itu tetap bernilai, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat memahami bahwa tampil di Nations League yang disatukan akan menghadirkan standar lawan yang lebih tinggi secara konsisten.
Logistik dan struktur liga berjenjang
Meski minat terhadap proyek ini sangat jelas, format pastinya masih terus dibahas. Dipahami bahwa belum ada keputusan final, walau pembicaraan berfokus pada upaya mempertahankan struktur liga berjenjang yang saat ini dipakai di kedua turnamen. Namun, persoalan logistik perjalanan serta kemungkinan mekanisme promosi dan degradasi antara dua konfederasi masih menjadi hambatan besar.
Target waktu pelaksanaan kemudian diarahkan ke 2028 karena padatnya jeda dalam kalender internasional mendatang. Dengan kampanye Concacaf Nations League berikutnya akan dimulai bulan depan, merombak struktur turnamen kedua konfederasi tepat waktu terbukti mustahil, sehingga musim gugur 2028 dinilai sebagai sasaran yang lebih realistis.
Di luar manfaat kompetitif, daya tarik ekonominya juga sangat besar. Bagi UEFA, keuntungan utama terletak pada perluasan jejaknya di pasar Amerika Utara yang sangat menguntungkan, tempat minat terhadap sepak bola melonjak setelah Piala Dunia 2026 yang digelar oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.